Irjen Boy Rafli: Antasari Ajukan Grasi, Artinya Mengakui Perbuatannya

0
199
Irjen Pol Boy Rafli Amar
Irjen Pol Boy Rafli Amar

JAKARTA-  Menindaklanjuti laporan Antasari, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri menegaskan, Penyidik Bareskrim masih mempelajari laporan yang dibuat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar tentang kasus dugaan tindak pidana persangkaan palsu.

“Ini akan dipelajari dulu aspek hukumnya oleh penyidik. Apakah ini berdiri sendiri atau ini suatu hal yang berkaitan dengan perkara yang sudah inkrah,”, tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut dia, dengan grasi yang diajukan oleh Antasari atas kasusnya maka berarti Antasari sudah mengakui perbuatannya. “Kalau orang mohon grasi, artinya orang mengakui perbuatan yang dilakukan, maka itu dia minta pengampunan,” katanya.

Sebelumnya mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar melaporkan dugaan tindak pidana persangkaan palsu ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2).

Dalam laporan LP/167/II/2017/Bareskrim tertanggal 14 Februari 2017 itu, Antasari melaporkan pelaku atas dugaan tindak pidana persangkaan palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318 KUHP.

Dalam laporannya, Antasari juga melaporkan adanya dugaan penghilangan barang bukti yang dibutuhkan dalam persidangan, dimana hal itu melanggar Pasal 417 KUHP.

Menurut dia, seorang pejabat telah dengan sengaja menghilangkan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan mendiang Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

“Pasal 417 KUHP itu masalah perbuatan penguasa, pejabat yang ditunjuk dalam hal ini, yang menghilangkan baju korban. Menghilangkan, menghapus, semacamnya. Itu saya laporkan juga,” kata Antasari sebagaimana dilansir Antara .

EDITOR: Yus Arza

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Korut Kembalikan 200 Jenazah Prajurit Amerika

DULUTH, SERUJI.CO.ID - Presiden Donald Trump, Rabu (20/6), mengatakan Korea Utara mengembalikan jenazah dari 200 prajurit AS, yang hilang dalam Perang Korea, meskipun tidak ada...

Tonton Piala Dunia Hingga Dini Hari, Ini Imbauan dari Menkes

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan agar masyarakat bisa mengatur waktu tidur meskipun menyempatkan waktu menonton pertandingan Piala Dunia 2018 pada malam dan...
Suap

2 Politisi PDIP Tersangka Suap DPRD Malang Kembali Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua politisi PDIP dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun...

Minimnya Rest Area di Tol Cipali Dikeluhkan Pemudik

KARAWANG, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pemudik yang akan kembali ke Jakarta melalui Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan (rest area) di sepanjang tol tersebut. Salah...
Herman Hery

Diduga Keroyok dan Aniaya Suami-Istri, Anggota DPR dari PDIP Dipolisikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Herman Hery dilaporan seorang warga atas nama Ronny Kosasih Yuliarto ke Polres Metro Jakarta Selatan atas...