Hasil Rekapitulasi KPU Gorontalo: Jokowi Menang Tipis 24.674 Suara dari Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin meraih kemenangan di Provinsi Gorontalo dalam Pilpres 2019, dengan selisih suara tipis dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Kemenangan pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan, PKB, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, PSI, dan Perindo ini telah ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi nasional perhituangan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Sabtu (11/5) yang lalu.

Jokowi-KH Ma’ruf meraih dukungan masyarakat Gorontalo dengan meraup 369.803 suara, atau sebesar 51,73 persen dari total suara sah yang berjumlah 714.932 suara. Kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf ini hanya selisih 24.674 suara dari Prabowo-Sandiaga.

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga berhasil mendapat dukungan 345.129 suara, atau 48,27% persen dari total suara sah.

Dalam rekapitulasi yang ditetapkan KPU RI di rapat pleno yang diadakan di Kantor KPU di Menteng, Jakarta Pusat tersebut, juga ditetapkan jumlah suara tidak sah dalam Pilpres 2019 di Gorontalo sebanyak 8.148 suara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER