Hadiri KTT Luar Biasa OKI, DPR Minta Jokowi Tegas Terhadap AS

0
23
OKI
Pemimpin dan perwakilan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam dalam pertemuan luar biasa di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017). (Foto: Reuters)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi, pada Rabu (13/12) kemarin, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang digelar di Rumeli Hall Lütfi Kırdar International Convention and Exhibition Center (ICEC), Istanbul, Turki.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan kecaman terhadap Amerika Serikat yang memberikan pengakuan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel menggantikan Tel Aviv.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta dalam pertemuan OKI kali ini, Presiden Indonesia harus bisa memiliki sendiri sikap lebih kuat yang tentunya akan mengubah wajah dunia, termasuk Indonesia juga.

“Harus ada kekuatan yang lebih, baik pada konteks OKI, maupun juga konteks PBB,” kata Fahri kepada SERUJI melalui pesan singkat, Kamis (14/12).

Presiden RI, tambah politikus PKS itu, jangan hanya mengambil posisi yang paling lemah, seperti mengutuk, mengecam, meminta.

“Ini kalimat-kalimat yang tidak boleh dikeluarkan oleh bangsa besar seperti Indonesia ini,” katanya lagi.

Diakui Fahri, memang ada banyak tahapan yang harus dirancang dalam kompleksitas sikap dan posisi politik negara-negara OKI. Namun menjadi pertanyaan adalah, apakah Indonesia bisa datang untuk menjurubicarai suatu keadaan lain, yang dapat membuat terutama negara-negara OKI ini bersatu padu dulu dalam ide-ide dasar.

“Karena pada dasarnya, kalau kita membaca dan melacak kencenderungan politiknya, itu kalau ditelusuri dari ujung menjadi sulit. Akan tetapi, kalau dimulai dari pangkalnya dalam konsepsi umat Islam sebagai umat yang satu, maka tentu itu bisa kita mulai melakukan pembicaraan yang lebih mendalam. karena kita disatukan terlebih dahulu,” ucapnya.

Fahri melihat adalah penting bagi Indonesia meletakan satu narasi baru bagi OKI yang dapat menyeret semua negara dalam kalimat dan pengertian yang sama tentang keadaan mereka.

“Ini yang pertama-tama harus dilakukan oleh Indonesia,” tegasnya.

Namun, lanjut Fahri, untuk tujuan itu, pemimpin Indonesia harus memiliki kharisma, sebagaimana yang dirinya sering berulang-ulang mengkatakannya. Sebab, tanpa kharisma sekuat Soekarno, Indonesia akan sulit sekali mengumpulkan negara-negara lain.

Komentar

BACA JUGA
limbangan menggugat

Aliansi Limbangan Tuntut Pemkab Hentikan Pendirian Pabrik di Garut

GARUT, SERUJI.CO.ID - Ratusan warga yang tergabung dalam "Aliansi Limbangan Menggugat" berunjuk rasa di Alun-Alun Blubur, Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Jumat (23/2). Mereka...
Wader Trowulan

Makan di Warung Wader Sederhana, Gus Ipul Kagumi Ragam Kuliner Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyempatkan diri menikmati sambel wader khas Majapahit di "Warung Mbak...

Bhayangkara FC Yakin Dengan Kemampuan Tim Mereka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 Bhayangkara FC merasa yakin dengan kemampuan tim yang dianggap dapat melalui jadwal padat di kompetisi sepanjang...
pencabulan siswa

Sistem Rekrutmen Guru Salah Satu Penyebab Kasus Kekerasan Pada Siswa

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), Martadi mengatakan bahwa kasus kekerasan pada siswa dapat terjadi karena banyak aspek, salah satunya sistem rekrutmen...

DPR Sudah Terima Usulan Calon Gubernur BI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan DPR RI sudah menerima surat dari Presiden Joko Widodo perihal usulan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023. Anggota Komisi XI DPR...
loading...
DANUR

‘Metamorfosis UPK PPK-PNPM Mandiri Perdesaan menjadi BUMDesa Bersama’

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) merupakan bentukan Pemerintah Pusat melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak Zaman Presiden Habiebie (1998) Program Padat Karya yang bertujuan memberdayakan...

Mahasiswa Siap Amankan Pilkada Jatim

Surabaya - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur mengajak mahasiswa di wilayah itu menyukseskan Pilkada damai melalui sebuah acara yang dikemas "cangkrukan" di Mapolda...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...