Gus Ipul: Jadi Gubernur Jatim Tidak Bisa Hanya Dengan Tebar Bantuan dan Uang

Gus Ipul mengungkapkan, selama memimpin Jawa Timur bersama Soekarwo, setidaknya hampir setiap tahun mampu meraih 24 penghargaan atau rata-rata setiap tahun mendapatkan dua penghargaan.

“Banyak penghargaan, tapi bukan berarti tidak ada kekurangan. Setidaknya ada tiga masalah yang masih menjadi PR dan harus diselesaikan,” ujar calon gubernur yang diusung PKB dan PDI Perjuangan ini.

Dijelaskan oleh Gus Ipul, salah satu diantara tiga masalah itu adalah jumlah kemiskinan. “Selama 10 tahun bersama Soekarwo memimpin Jawa Timur, kemiskinan sebenarnya telah berkurang drastis dari 16 persen saat ini menjadi 11,7 persen,” ungkapnya.

“11,7 persen ini memang masih besar. Tapi Jatim adalah provinsi dengan kontribusi penurunan kemiskinan terbesar. Inflasi di Jatim juga selalu terkendali. Banyak daerah yang juga luar biasa, salah satunya Banyuwangi dimana pengurangan kemiskinannya adalah yang tercepat,” ujarnya.

Pengalaman seperti Banyuwangi inilah yang nantinya bisa ditiru untuk diterjemahkan di Jawa Timur. “Jadi Jatim itu butuh pemimpin yang berpengalaman bukan sekadar banyak omong dan bagi-bagi uang dan program. Kalau hanya membagi uang semua bisa. Tapi Jatim ini butuh inovasi seperti Banyuwangi,” kata Gus Ipul.

Pengangguran juga menjadi PR dimana saat ini secara terus menerus dikurangi dengan membuka banyak pendidikan vokasional serta memperbanyak pelatihan kerja bagi para lulusan SMK, SMA dan MA.

“Para petani kita juga polanya juga harus diubah. Selama ini petani menjual gabah ke kota dan mereka membeli beras dari kota. Saat ini kontribusi pertanian kita baru 13 persen, ini yang harus ditingkatkan,” kata Gus Ipul.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER