Gerindra Kerahkan Ribuan Relawan Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ribuan relawan dan kader diterjunkan Partai Gerindra untuk pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno mengatakan pihaknya akan memaksimalkan dukungan untuk memenangkan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim 2018 dengan mengerahkan ribuan relawan Gerindra.

“Sudah tidak ada polemik lagi terkait siapa yang didukung, karena rekom sudah ditetapkan. Gerindra akan habis-habisan memenangkan Gus Ipul-Puti,” tegas Soepriyatno saat Rakor Relawan “Sapu Bersih Gerindra” di Hotel Utami, Senin (12/3).

Ia menjelaskan, Gerindra harus menyusun kekuatan untuk menang. Bagai semut, kader Gerindra merayap sampai ke tingkat RT untuk mencari dukungan, operasi senyap ini harus dimulai dari sekarang.

“Istilah operasi senyap maka semut Gerindra bergerak senyap mencari relawan yang siap membantu kemenangan calon kita. Untuk menang, kita juga harus bekerjasama dengan partai pengusung,” ungkapnya.

Saat ini, kata Soepriyatno, Gerindra memiliki 666 relawan dari beberapa ormas sayapnya. Yakni, Satria, Tunas Indonesia Raya, Gerindra Masa Depan Jawa Timur, Garda Merah Putih, Pejuang Purnawirawan, dan beberapa organisasi lainnya.

“Jumlah relawan tersebut, diperkirakan bertambah jika seluruh kader dan relawan ini bergerak ke daerahnya masing-masing, Kita juga menerjunkan 60 sarjana untuk membantu pemenangan ini,” terangnya.

Calon Gubernur Jatim, Gus Ipul menambahkan saat melihat semangat seluruh pengurus, kader dan relawan Gerindra ini, Gus Ipul optimis dapat memenangkan pilkada Jatim tahun ini.

“Banyak yang kaget saya berpasangan dengan Mbak Puti. Awalnya berdasarkan survei, posisi kita turun. Sekarang sudah naik dan sudah unggul lagi,” pungkas Gus Ipul. (Devan/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.