SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Diduga tebang pilih dalam penertiban baliho milik pasangan urut nomor 1, Khofifah-Emil, Partai Golkar Jawa Timur akan melaporkan Panwaslu Kota Surabaya ke Bawaslu Jatim.
“Panwas kota Surabaya tidak adil terhadap pasangan Khofifah Emil,” kata Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jawa Timur, Aan Ainur Rofik di kantornya, Sabtu (3/3).
Mantan aktivis 98 ini mengatakan, dari pantauan ada lima spanduk pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang sampai hari Jumat kemarin, belum diturunkan. Padahal, spanduk tersebut ada di jalan protokol dan ukurannya besar.
“Ada lima titik yang saya tahu mungkin baru dirubah hari ini. Itu dipasang megah dan tidak ada teguran untuk mencopot itu. Contohnya saja di wilayah Keputran, Kupang dan Gunung Sari dan tidak ada teguran,” terang pria yang juga sehari-harinya berprofesi sebagai lawyer ini.
Dia berharap, Panwaslu Kota Surabaya bersikap netral, sehingga tidak menciderai jalannya proses Pemilu Kepala Daerah serentak 2018 mendatang.
“Harusnya Panwaslu bersikap netral, kalau satu turun, maka semua harus diturunkan,” pungkasnya.
(Setya/Hrn)
