Deddy Mizwar: Lembaga Survei Harus Jujur

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengimbau lembaga survei untuk berlaku jujur dalam memberikan laporan kepada masyarakat guna menghindari potensi kekacauan suara Pilkada 2018.

“Hitung cepat ini ada pengaruhnya, sebab ini ditonton sekian banyak masyarakat di Indonesia selama sekian jam, sehingga hasilnya menciptakan opini yang bisa berpotensi pada perselisihan,” kata Deddy.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan suara di TPS 61 Perumahan Jatiwaringin Asri RT15 RW13, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, bersama keluarganya, Rabu (27/6) pagi.

Demiz yang tiba di TPS samping rumah pribadinya pukul 09.00 WIB itu langsung dihampiri wartawan usai memberikan suaranya di bilik suara.

“Akurasi hitung cepat (yang kredibel) itu tidak pernah yang di luar margin error,” katanya.

Namun demikian Deddy memaklumi keberadaan lembaga survei yang bertugas di sejumlah TPS karena merupakan hak setiap orang maupun lembaga.

Deddy mengingatkan kepada lembaga survei untuk menghindari upaya-upaya negatif yang dapat merusak kondusivitas pemungutan suara.

“Semisal, lebaran sebaran ‘quick count’ yang sengaja diletakan di kantong-kantong pemilih calon tertentu. Jadi harusnya kejujurannya dalam penyebarannya secara profesional harus diutamakan,” katanya.

Deddy mengaku pernah mendapati lembaga survei yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kadang-kadang ada (lembaga survei) yang nakal. Saya liat banyak hasilnya yang beda, itu barangkali penyebarannya tidak profesional melainkan sengaja ‘by design’ di TPS untuk mempengaruhi pemilih,” katanya.

Dia mengimbau para kaum intelektual pengelola lembaga survei memiliki integritas untuk berlaku profesional menjaga kondusivitas Pilkada.

“Kan ada Mahkamah konstitusi (kalau terjadi pelanggaran), tapi kita tidak mau itu terjadi,” katanya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER