Dahnil: Mata Novel Mulai Terang, Kasus Novel Semakin Gelap

1
196
Dahnil Anzar - Novel Baswedan
Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Novel Baswedan (kanan)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Perkembangan kesehatan dan proses penyembuhan mata Novel Baswedan penyidik KPK menunjukkan tanda-tanda positif. Namun, kasus penyiraman Novel dengan air keras sampai saat ini belum ada titik terang.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan setelah operasi tahap pertama pada mata sebelah kiri Novel pada tanggal 17 Agustus 2017 yang lalu, normalnya Novel akan masuk kamar operasi kembali untuk operasi tahap kedua 3-4 Bulan setelah operasi pertama dilaksanakan.

“Namun, kehendak Allah SWT diatas segalanya, karena terjadi akselerasi penyembuhan, maka InsyaaAllah, Novel tidak perlu menunggu 3-4 Bulan lagi untuk melakukan operasi tahap kedua, dan akan dilakukan operasi tahap kedua pada sekitar pertengahan bulan Oktober ini,” ujar Dahnil lewat pesan yang diterima SERUJI pada Selasa (10/10).

Novel Baswedan saat dikunjungi ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak. (fot:istimewa)

Dahnil mengungkapkan, rencananya Novel sudah bisa kembali ke tanah air dan bertugas di KPK pada awal atau pertengahan November 2017 nanti. Menurutnya, Novel tentu sudah tidak sabar kembali bertugas sebagai penyidik KPK, untuk menuntaskan berbagai PR kasus-kasus korupsi yang ia tangani.

Menurut Dahnil, berbeda dengan kondisi kesehatan mata Novel yang mengalami percepatan penyembuhan dan semakin terang untuk melihat, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang ditangani Kepolisian, malah sebaliknya.

“Setelah 180 hari atau lebih dari enam bulan, justru sampai detik ini, penanganan kasus Novel terasa semakin gelap dan tidak jelas, nihil perkembangan,” ujar Dahnil.

Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel, lanjut Dahnil, justru semakin kusut dan kabur, dengan berbagai tuduhan dugaan kriminalisasi yang dialamatkan kepada Novel, siapa teroris-teroris penyerangan tersebut dan apa latar belakang penyerangannya.

“Nyaris nihil perkembangan, meskipun berbagai media dan kelompok masyarakat sipil telah menyampaikan banyak hal secara terbuka terkait dengan dugaan-dugaan siapa pelaku penyiraman terhadap Novel. Tetap, perkembangan gelap gulita,” pungkas Dahnil. (ArifKF/Hrn)

1 KOMENTAR

  1. Indikasi keterlibatan orang kuat terlanjur terkuak. Menjadi dilema bagi kepolisian. Diungkap salah, tidak diungkap jadi memalukan. Apakah kepolisian tidak mampu mengungkap kasus kriminal biasa seperti ini?
    Apa gunanya jaringan para intel selama ini?
    Jadi, dibutuhkan hanya logika sederhana saja untuk mencium adanya konspirasi dalam kasus ini. Sama seperti kasus penganiayaan saksi ahli Hermansyah. Mempertanyakan profesionalitas polri adalah sebuah keniscayaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Tolak LGBT

Ketua MPR: Lima Fraksi Setujui Perilaku LGBT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengungkapkan ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender...
Beras impor

Ganjar: Jateng Tak Perlu Beras Impor

SOLO, SERUJI.CO.ID - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan wilayahnya tidak perlu beras impor, karena sebentar lagi memasuki musim panen. "Kami tidak perlu beras impor,...
coklit pilkada banjar

Coklit Pilkada Banjar, Cawalkot Ade Uu Pertama Disambangi Petugas

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Para petugas KPU Kota Banjar dan penyelenggara serta pengawas lengkap, pada Sabtu (20/1) siang, melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilihan atau...
rakerda pemenangan djarot-sihar

Hadiri Rakerda Pemenangan Djarot-Sihar, Ini Pesan Mega Pada Kader

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan untuk Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...
djarot-sihar ditolak

Hasto Sebut Tidak Ada Persoalan Dukungan PPP Sumut

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Adanya kondisi pasangan Djarot-Sihar ditolak partai koalisi, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tak ambil pusing. Dia menyebutkan dengan digelarnya Rapat Kerja...
loading...
cj

Farid Majdi: Hukum Telah Dilihat Sebagai Bagian dari Kejahatan?

Hukum di Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, ketika berbagai kasus yang terjadi di tingkat penegak hukum: kepolisian, jaksa, pengacara bahkan hakim, mencuat dan...

Partai Dan Pilkada

Tahun ini sampai 2020 merupakan tahun politik.  Mulai dari pilkada serentak ditahun 2018 dilanjutkan dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.  Helat yang dilaksanakan sekali...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...