Dahnil: Mata Novel Mulai Terang, Kasus Novel Semakin Gelap

1
234
Dahnil Anzar - Novel Baswedan
Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Novel Baswedan (kanan)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Perkembangan kesehatan dan proses penyembuhan mata Novel Baswedan penyidik KPK menunjukkan tanda-tanda positif. Namun, kasus penyiraman Novel dengan air keras sampai saat ini belum ada titik terang.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan setelah operasi tahap pertama pada mata sebelah kiri Novel pada tanggal 17 Agustus 2017 yang lalu, normalnya Novel akan masuk kamar operasi kembali untuk operasi tahap kedua 3-4 Bulan setelah operasi pertama dilaksanakan.

“Namun, kehendak Allah SWT diatas segalanya, karena terjadi akselerasi penyembuhan, maka InsyaaAllah, Novel tidak perlu menunggu 3-4 Bulan lagi untuk melakukan operasi tahap kedua, dan akan dilakukan operasi tahap kedua pada sekitar pertengahan bulan Oktober ini,” ujar Dahnil lewat pesan yang diterima SERUJI pada Selasa (10/10).

Novel Baswedan saat dikunjungi ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak. (fot:istimewa)

Dahnil mengungkapkan, rencananya Novel sudah bisa kembali ke tanah air dan bertugas di KPK pada awal atau pertengahan November 2017 nanti. Menurutnya, Novel tentu sudah tidak sabar kembali bertugas sebagai penyidik KPK, untuk menuntaskan berbagai PR kasus-kasus korupsi yang ia tangani.

Menurut Dahnil, berbeda dengan kondisi kesehatan mata Novel yang mengalami percepatan penyembuhan dan semakin terang untuk melihat, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang ditangani Kepolisian, malah sebaliknya.

“Setelah 180 hari atau lebih dari enam bulan, justru sampai detik ini, penanganan kasus Novel terasa semakin gelap dan tidak jelas, nihil perkembangan,” ujar Dahnil.

Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel, lanjut Dahnil, justru semakin kusut dan kabur, dengan berbagai tuduhan dugaan kriminalisasi yang dialamatkan kepada Novel, siapa teroris-teroris penyerangan tersebut dan apa latar belakang penyerangannya.

“Nyaris nihil perkembangan, meskipun berbagai media dan kelompok masyarakat sipil telah menyampaikan banyak hal secara terbuka terkait dengan dugaan-dugaan siapa pelaku penyiraman terhadap Novel. Tetap, perkembangan gelap gulita,” pungkas Dahnil. (ArifKF/Hrn)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Indikasi keterlibatan orang kuat terlanjur terkuak. Menjadi dilema bagi kepolisian. Diungkap salah, tidak diungkap jadi memalukan. Apakah kepolisian tidak mampu mengungkap kasus kriminal biasa seperti ini?
    Apa gunanya jaringan para intel selama ini?
    Jadi, dibutuhkan hanya logika sederhana saja untuk mencium adanya konspirasi dalam kasus ini. Sama seperti kasus penganiayaan saksi ahli Hermansyah. Mempertanyakan profesionalitas polri adalah sebuah keniscayaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...