Bachtiar Nasir : Umat Jangan Terprovokasi

Jakarta – Dalam pertemuan antara GNPF-MUI dengan Menkopolhukam Wiranto di Rumah Dinas Menkopolhukam, Kamis (9/2) sore, Ketua GNPF-MUI menghimbau Umat Islam jangan mau diprovokasi dengan informasi yang beredar di masyarakat.

“Menjadi komitmen bersama untuk menjaga perdamaian di Indonesia ini. Umat Islam tidak ingin dibenturkan oleh pemerintahan. Kepada Umat Islam seluruh Indonesia, jangan mau dibenturkan antara kita Umat Islam yang cinta kedamaian dengan pemerintah Indonesia,” tegas Ustad Bachtiar Nasir.

UBN, sapaan akrab Ustad Bachtiar Nasir juga menepis anggapan bahwa GNPF-MUI merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dan berniat menjatuhkan pemerintahan negeri ini.

“Soal penegakan hukum yang berkeadilan dan keadilan berdasarkan hukum pun telah kami sepakati bahwa hukum kita tegakkan secara bermartabat tanpa rekayasa, meresahkan dan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang belakangan ini mengalami pasang surut,” ujar UBN.


Mengenai Aksi 112, agenda ini adalah kegiatan keagamaan yang diadakan pada 11 Februari 2017 yang dimulai dari Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta, semata-mata mengharap ridho Allah SWT dengan keihklasan berdoa untuk negeri.

Lalu dilanjutkan dengan tausyiah yang tidak memprovokasi, membawa kesejukan dan kedamaian serta persatuan Indonesia. Pada esok harinya, Minggu (12/1) juga diadakan Khataman Al-Qur’an dan dzikir yang juga diadakan di Masjid Istiqlal.

“Kita pertegas dengan ini secara resmi bahwa (112) tidak ada long march. Jika ada long march di luar kami maka itu di luar agenda GNPF-MUI. GNPF tidak bertanggungjawab dan menyerahkan itu kepada aparat,” tutup Bachtiar Nasir.

EDITOR: Harun S

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

6 KOMENTAR

  1. Knp ya kalo ada pergerakan dari umat islam, pemerintah skrg kaya was”.. apakah kami salah ataukah ada yg salah dari apa yg kami yakini dan pahami (islam) sehingga aparat penegak hukum hampir mendiskriminatifkan kami.. negara indonesia ini tidak di bentuk dalam hitungan hari dan kami juga tidak ingin menghancurkan negara indonesia ini dalam hitungan hari.. kami hanya ingin ” keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” bukan bagi segelintir orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Pajak Turun Jadi 1%, Inilah 4 Lokasi Hunian Mewah yang Diincar Konglomerat di Jakarta

Pemberlakuan aturan baru tentang pajak hunian mewah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, digadang-gadang dapat memberikan angin segar terhadap penjualan properti khususnya di segmen atas. Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi 30 Miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari 5% menjadi 1%.

Hindari Terjadinya Rush Money, Pakar Keamanan Minta Bank Mandiri Segera Pulihkan Sistem

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha menyarankan agar Bank Mandiri segera memulihkan sistem guna mencegah pengambilan dana besar-besaran dari bank (rush money).

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi