Antar Bantuan untuk Muslim Rohingya, Hercules Diizinkan Mendarat di Bangladesh

BANDA ACEH – Pesawat Hercules C130 TNI AU mendapatkan izin mendarat di Bandara Chittagong pada pukul 17.00 waktu setempat untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh.

Menurut keterangan Komandan Satgas Civic Mission TNI AU Marsma TNI Nanang Santoso di Banda Aceh, Kamis pagi (14/9), pihaknya baru mendapatkan “landing slot” dari pemerintah Bangladesh bagi dua pesawat pengirim bantuan.

Dua pesawat yang akan berangkat, yaitu bernomor registrasi A1326 yang diberikan waktu mendarat pada pukul 17.00 dan pesawat kedua A1319 dengan waktu mendarat pada pukul 19.00 waktu setempat.

Jeda waktu antara Waktu Indonesia Barat dengan Bangladesh adalah 1 jam lebih cepat.

Dengan waktu tempuh yang dibutuhkan antara Aceh dengan Chittagong selama 4 jam, maka rencananya Hercules pertama akan terbang pada pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, dua pesawat Hercules lainnya, A1335 dan A1316, terus bersiap di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, menunggu izin mendarat dari pemerintah Bangladesh.

Seluruh barang bantuan kemanusiaan dari pemerintah RI disimpan di dalam pesawat yang diparkir di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Tim Satgas Civic Mission Indonesia akan menyampaikan bantuan itu kepada Dubes RI untuk Bangladesh Rina Soemarno yang akan meneruskannya kepada pemerintah Bangladesh untuk didistribusikan kepada pengungsi Rohingya.

TNI AU mengoperasikan empat pesawat Hercules C130 untuk membantu pengiriman bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia kepada warga Rohingya di Kota Cox’s Bazar. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi