AA Gym: Jamaah DT 20 Ribu Ikut Aksi Bela Palestina

0
89
Aa Gym
Aa Gym ceramah di Gasibu. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áPimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan pihaknya mengkoordinir sebanyak 20 ribu orang yang rencananya berangkat ke Jakarta pada Ahad (17/12) guna mengikuti unjuk rasa Aksi Bela Palestina.

“Targetnya 20 ribu ikut. Ada yang dari Bandung, Jakarta dan dan cabang-cabang,” kata Aa Gym saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (14/12).

Saat menghadiri rapat gabungan MUI dengan ormas terkait persiapan demo Aksi Bela Palestina, dia mengatakan, sejauh ini Daarut Tauhid sudah menyiapkan sekitar 100 bus yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah aksi unjuk rasa menentang pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sejumlah jamaah, kata dia, akan berangkat dari Daarut Tauhid dengan berkumpul terlebih dahulu pada pukul 22.00 WIB, Sabtu (16/12) dan diisi dengan kegiatan iktikaf.

Pada pukul 00.00 WIB, Ahad (17/12), jamaah akan berangkat dari Bandung menuju Jakarta untuk ikut Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional, Jakarta pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

Aa Gym mengatakan dirinya bersama para santri Daarut Tauhid akan ikut serta dalam Aksi Bela Palestina sekaligus membantu berperan membantu kebersihan selama aksi unjuk rasa.

“Saya akan hadir bersama santri dan tim, seperti biasa bagian bantu-bantu kebersihan. Untuk yang hadir bersiap agar menjadi tertib walaupun bertamu ke Jakarta tidak meninggalkan kotor sekecil apapun. Datang bersih, pulang harus lebih bersih Jakarta ini,” kata dia.

Terkait pernyataan Trump, Aa Gym mengatakan presiden AS itu telah mencirikan dirinya sebagai seorang yang tidak punya moral yang baik karena berusaha untuk terus menekan Palestina.

“Ya kita bisa bersatu tergugah. Pertama kita punya tanggung jawab bersama kepada Palestina yang dijajah sangat tidak bermoral dan siapapun yang mendukungnya juga tidak memiliki kartu komitmen yang baik,” kata dia.

“Bahwa ini adalah pelanggaran yang sangat nyata terhadap hukum internasional. Mendukung penjajahan adalah perbuatan yang harus ditolak oleh seluruh masyarakat dunia yang beradab,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPK Tahan Zumi Zola

Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Zumi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Muhammad Farizi, kuasa Hukum Gubernur Jambi Zumi Zola membeberkan terkait kondisi kesehatan kliennya itu selama ditahan di Rutan Cabang KPK di...
Mahkamah Agung

Voting Dua Putaran, Sunarto Terpilih Sebagai Wakil Ketua MA

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Kamar Pengawasan di Mahkamah Agung (MA) Sunarto, terpilih sebagai Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial melalui sistem voting dua putaran. "Dr H...
ASEAN

Singapura Akhirnya Setujui Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

SINGAPURA, SERUJI.CO.ID - Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono mengatakan sepuluh negara anggota ASEAN menyetujui keanggotaan Timor Leste, namun prosesnya masih membutuhkan...

Indonesia-Papua Nugini Sepakat Perkuat Kerja Sama Perbatasan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat untuk memperkuat kerja sama perbatasan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang...

Siapapun Cawapres Jokowi, Nasdem Komitmen Tetap Berkoalisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny G Plate menegaskan bahwa partai tetap berkomitmen dalam koalisi pemerintahan setelah Jokowi mengumumkan sosok bakal calon...