10.000 Kader Pemuda Muhammadiyah Gelar Aksi Bela Palestina di Yogyakarta

0
142
dahnil anzar
Dahnil Anzar Simanjuntak menginspeksi barisan anggota KOKAM dalam Apel Akbar KOKAM di halaman Stadion Tri Dharma - Petrokomia Gresik, Jawa Timur, Ahad (7/5/2017). (Foto: Iwan Y/SERUJI)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dijadwalkan, pada Sabtu (16/12) pukul 10.00 WIB, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengerahkan 10.000 kader Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) untuk berkumpul dan melakukan aksi solidaritas melalui tabligh akbar untuk Palestina di Masjid Kampus UMY Yogyakarta.

Tabligh Akbar akan disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Dr. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Pemuda Muhammadiyah, berpandangan masalah Palestina bukan hanya masalah Umat Islam, namun ini masalah semua agama, masalah penjajahan yang dibiarkan dan dipelihara. Maka itu saatnya dunia termasuk pemerintah Indonesia bergotong Royong membangun dialog dengan semua kelompok untuk melawan sikap anti dialog dari Amerika Serikat dan Israel,” ujar Dahnil dalam pesan yang diterima SERUJI di Yogyakarta, Jumat (15/12).

Loading...

Bahkan bila perlu, imbuh Dahnil, ada gerakan boikot global terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dia menjelaskan, tabligh akbar solidaritas Palestina akan disertai dengan pengumpulan dana untuk solidaritas masyarakat Palestina terkait dengan rencana Muhammadiyah untuk membangun Rumah Sakit di Gaza, Palestina.

Acara akan diikuti oleh kader Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang juga akan dilanjutkan sore harinya dengan kegiatan bersama dengan GP Ansor dan organisasi Islam lainnya di Candi Prambanan Yogyakarta, dalam rangka menggembirakan perbedaan yang menyatukan melalui Kemah Pemuda Islam.

Menurut, Dahnil, Pemuda Muhammadiyah ingin menyampaikan pesan bersama Pemuda Islam dan seluruh elemen bangsa, saatnya memahami nilai gotong royong membangun Indonesia, membangun dunia, atau dalam Islam menghidupkan semangat ta’awun saling tolong menolong.

“Semangat saling menegasikan dan menyingkirkan seperti sikap yang ditunjukkan Donald Trump sehingga membuat dunia semakin panas dan terancam masuk pada konflik antar peradaban,” pungkasnya. (ArifKF/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama