1 Orang WNA dari Italia Turut Dalam Penerbangan Lion Air JT 610

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan bahwa pesawat Lion Air JT 610 yang sempat hilang kontak selama 3 jam setelah lepas landas dari Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten menuju Pangkal Pinang, telah jatuh di perairan Karawang.

“Sudah dipastikan jatuh di perairan Karawang,” ungkap Humas Basarnas Yusuf Latif saat dikonfirmasi SERUJI, Senin (29/10).

Pesawat mengangkut 179 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua penumpang bayi, termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Total ada 189 orang dalam pesawat tersebut berikut awak pesawat.

Pihak Lion Air mengkonfirmasi ada 1 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Italia yang juga turut menjadi penumpang dalam penerbangan dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8.

Pesawat Lion Air JT 610 ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER