Unair Dukung Pemerintah Ambil Alih Freeport

SURABAYA – Soal pengeloaan Freeport untuk rakyat Indonesia juga menggema pada civitas akademika Universitas Airlangga (Unair).  Mereka  menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas PP No. 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sikap dukungan para sivitas akademika diwujudkan dalam bentuk tandatangan di spanduk yang berisi pesan “Freeport untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia. Bukan untuk Rakyat Asing!” yang dipasang di acara pengukuhan mahasiswa baru program doktor, magister, spesialis, dan profesor, di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Unair, Kamis (23/2).

“Ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap ketidakadilan internasional terhadap Indonesia khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam,” tutur Rektor Unair Prof Dr M. Nasih, SE, MT, Ak.

“Langkah pemerintah terhadap pengambilan aset Freeport itu merupakan salah satu agenda yang harus dilakukan oleh negara dalam menyelamatkan bumi, air, dan kekayaan alam,” tegasnya sambil mengutip pasal 33 ayat 3 UUD 1945.

Dalam menyikapi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu, terlihat rektor Unair beserta jajaran pimpinan, guru besar, karyawan, mahasiswa, dan alumni turut membubuhkan tanda tangan dalam spanduk tersebut. Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang juga alumnus program studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unair turut hadir dan memberikan sikap terhadap kebijakan tersebut.

Tampak Ketua Senat Akademik Unair Prof Dr Mochammad Amin, dr, Sp.P (K), Rektor Unair 2001-2006 Prof Dr Med. Puruhito, dr., Sp.B, turut memberikan tanda tangan dalam spanduk tersebut.

Nasih melanjutkan, di Indonesia masih terjadi disparitas secara ekonomi. Buktinya, Badan Pusat Statistik melansir kesenjangan ekonomi di Indonesia masih berada di angka 0,39 berdasarkan Indeks Gini. Apabila sumber daya alam di Indonesia dikelola secara berkeadilan, bukan tak mungkin kemakmuran rakyat segera tercapai. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam, termasuk mineral bahan tambang.

EDITOR: Rizky

 

1 KOMENTAR

  1. Maaf saya prinadi sdh NOL kepercayaan dg pemerintah rezim ini. Sy sedikitpun tdk yakin, semua kebijakan di bid ekonomi, hukum, aturan, pendidikan, keagamaan termasuk pertambangan adalah utk rakyat, krn pemerintah mencintai rakyat, krn mereka semua ingin mengabdi utk rakyat, demi masa depan rakyat. Bohong besar itu semua. Bgmn jika tujuannya hanya memindahkan penguasaan dr AS ke China ? Bgmn jika pemerintah berinisiatif krn tekanan China ? Apapun kebijakan yg dibuat rezim sekarang, kita wajib MENCURIGAInya JANGAN terlalu cepat mendukung kecuali memang anda pendukung buta rezim ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda