Merrill Lynch Luncurkan 10 Prakiraan Ekonomi Global 2018

0
35
Merrill Lynch
Merrill Lynch. (Foto: GettyImages)

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – BofA Merrill Lynch Global Research pada Selasa (5/12) menerbitkan prospek ekonomi global yang bullish (bergairah) untuk 2018, yang memprediksi 10 poin makro untuk tahun depan.

1. Indeks S&P 500 akan terus meningkat.
Indeks Standard and Poor’s 500 diperkirakan akan mencapai 2.800 poin pada akhir tahun depan. Laba diperkirakan tumbuh enam persen berdasarkan perkiraan EPS (Earnings Per Share) 2018 sebesar 139 dolar AS.

2. Pertumbuhan ekonomi global menguat.
PDB (Produk Domestik Bruto) global riil diperkirakan tumbuh menjadi 3,8 persen, naik sedikit dari 3,7 persen pada 2017. Pertumbuhan di atas tren diperkirakan di sebagian besar ekonomi utama, dengan kawasan Euro mempertahankan lintasan pertumbuhan pada 2018 dan 2019 sekitar dua persen dan Jepang tetap berada di atas tren, dengan pertumbuhan hampir 1,5 persen selama periode waktu yang sama. Secara keseluruhan, ekonomi negara-negara emerging market diperkirakan akan tumbuh hampir lima persen pada 2018, dengan Tiongkok tumbuh 6,6 persen.

3. Pertumbuhan ekonomi AS mantap.
Pertumbuhan PDB AS diperkirakan akan mencapai sebesar 2,4 persen pada 2018, naik dari 2,2 persen pada 2017, namun dibatasi oleh kenaikan produktivitas yang rendah dan tingkat perekrutan yang lebih lambat. Tingkat pengangguran AS akan turun menjadi 3,9 persen pada 2018, dan pasar kerja yang mengetat cenderung akan memungkinkan inflasi meningkat.

4. Inflasi kembali pada radar.
Inflasi diperkirakan akan meningkat di AS, dengan inflasi inti mencapai 1,8 persen pada akhir 2018 dan dua persen pada akhir 2019. Inflasi upah dan harga juga akan cenderung lebih tinggi, dengan inflasi upah berpotensi menjadi faktor yang paling penting untuk pasar saham pada 2018 melalui tekanan marjin dan spread kredit. Inflasi juga akan meningkat di Tiongkok dan negara-negara sedang berkembang Eropa.

5. Emerging Markets (EM) bergerak lebih rendah.
Tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi, dolar AS yang lebih tinggi dan pengurangan suku bunga ECB (Bank Sentral Eropa) berarti investor perlu lebih selektif dalam obligasi dan ekuitas emerging market, yang lebih baik pada 2017. Total pengembalian kredit sebesar 3,2 persen diperkirakan untuk korporasi EM, 1,9 persen untuk EM layak investasi (investment grade) dan 5,4 persen untuk EM berimbal hasil tinggi (high yield).

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...