DADA Diamond Citra Propertindo: Saham Rp50 yang Diam-diam Cetak Laba — BEI Sampai Minta Penjelasan!

🏗️ Aksi Korporasi Terbaru: Dividen & Surat BEI

💸 RUPST September 2025: Dividen Buku 2024

RUPST PT Diamond Citra Propertindo Tbk digelar pada September 2025 untuk membahas laporan keuangan tahun buku 2024. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba perseroan tahun buku 2024 sebagai dividen tunai sebesar Rp1.040.414.312 (sekitar Rp1,04 miliar) kepada seluruh pemegang saham sesuai tata cara yang berlaku di BEI.

Mengingat total saham beredar DADA adalah sekitar 7,43 miliar lembar, dividen ini setara dengan sekitar Rp0,14 per saham, sangat kecil secara nominal, namun tetap bermakna sebagai sinyal bahwa perseroan membukukan laba di tahun buku 2024.

🔍 April 2026: BEI Minta Penjelasan!

Kejadian yang paling menarik perhatian pasar seputar DADA terjadi pada 7 April 2026. Pada hari itu, nilai transaksi saham DADA melonjak drastis ke Rp1,56 miliar dengan volume 31,12 juta saham dan frekuensi 399 kali, sangat tidak lazim mengingat rata-rata harian DADA biasanya hanya puluhan juta rupiah saja.

Data broker menunjukkan bahwa Yakin Bertumbuh Sekuritas melakukan aksi beli bersih senilai Rp1,5 miliar di harga rata-rata Rp50 per saham. Meski begitu, harga saham DADA tidak bergerak sepeser pun dari Rp50.

BEI merespons dengan mengirimkan surat permintaan penjelasan kepada manajemen DADA pada 13 April 2026. Manajemen perseroan memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi operasional dan rencana bisnis perseroan.

Hingga artikel ini ditulis (18 April 2026), klarifikasi lengkap dari manajemen belum dipublikasikan secara penuh kepada publik. Lonjakan volume tanpa pergerakan harga seperti ini bisa mengindikasikan akumulasi posisi besar oleh satu pihak, atau bisa juga transaksi crossing antar-akun yang terkait.

💰 Fundamental Keuangan DADA (9M2025 — Terbaru)

Meski sahamnya parkir di Rp50, kondisi keuangan DADA sebenarnya menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan laporan keuangan Q3 2025 (periode sembilan bulan hingga 30 September 2025), perseroan membukukan laba bersih Rp853 juta, naik signifikan dari Rp165,8 juta pada Q3 2024 dan Rp212 juta pada Q2 2025. Gross margin Q3 2025 mencapai 69,2%, sangat tinggi untuk emiten properti, mencerminkan margin jual yang kuat pada proyek-proyek residensialnya.

Indikator Keuangan Q3 2025 Q2 2025 Q3 2024
Laba Bersih (Rp juta) 853 212 165,8
Gross Margin (%) 69,2% 63,0%
EBITDA Margin (%) 9,7% 22,2%
Net Margin (%) 9,4% 3,9%
Harga Saham (17 Apr 2026) Rp50 (stagnan sejak 19 Jan 2026)
Market Cap (18 Apr 2026) ~Rp371,5 miliar
Dividen Terakhir (Buku 2024) Rp0,14/saham (total Rp1,04 miliar)

Tren laba yang terus meningkat — dari Rp165,8 juta (Q3 2024) ke Rp853 juta (Q3 2025), kenaikan lebih dari 5 kali lipat — adalah sinyal fundamental yang positif. Namun skala bisnisnya masih sangat kecil dibanding emiten properti lain. Laporan keuangan FY2025 (audited) belum dirilis per April 2026 dan akan menjadi penentu arah berikutnya.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER