🔍 Penyebab Anjloknya IHSG: Tiga Faktor yang Bekerja Bersamaan
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menegaskan bahwa koreksi IHSG hari ini sepenuhnya selaras dengan tren bursa Asia yang juga ambruk kompak.
“Koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham global dan regional Asia yang terkoreksi. Hal itu dipengaruhi ketegangan konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz,” ujar Herditya.
Penurunan IHSG selama sepekan penuh — dari 8.225 di awal tahun hingga 7.337 hari ini — mencerminkan koreksi kumulatif lebih dari 10,8% year-to-date. Sebuah angka yang secara teknikal sudah memasuki kategori koreksi signifikan meski belum sampai level bear market (penurunan 20%).
Faktor pertama dan terkuat adalah sentimen geopolitik Timur Tengah. Konflik Iran-AS-Israel yang memasuki hari ke-7 pada Senin ini, ditambah dengan penutupan Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak Brent melonjak ke USD113/barel. Memicu gelombang risk-off global yang paling intens sejak krisis Rusia-Ukraina 2022.
Investment Specialist KISI Azharys Hardian menjelaskan bahwa pelemahan IHSG disebabkan dominasi aksi jual saham-saham big caps. BBRI, BBCA, dan BYAN menjadi pemberat utama indeks. “Penurunan harga saham bank-bank besar terjadi seiring dengan arus keluar dana asing dari pasar saham domestik,” kata Azharys.
Faktor kedua adalah tekanan domestik yang bersumber dari dua lembaga pemeringkat internasional. Fitch Ratings yang pada 4 Maret 2026 memangkas outlook Indonesia dari “Stabil” ke “Negatif”. Ini menyusul Moody’s pada Februari 2026 — membuat investor asing semakin defensif terhadap aset Indonesia.
Analis pasar modal Hendra Wardana menyebut kondisi ini sebagai kombinasi sempurna yang memperparah sensitivitas pasar.
“Tekanan ini merupakan kombinasi dari tekanan global dan domestik yang datang secara bersamaan sehingga membuat sentimen pasar menjadi sangat sensitif,” ujar Hendra.
Faktor ketiga yang mulai mencuat adalah kekhawatiran tentang bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets yang terus mengecil mendekati 1%. Sebuah isu yang bisa memicu aksi jual otomatis dari dana indeks pasif global jika bobot tersebut turun lebih jauh.
