JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Senin, 9 Maret 2026 resmi tercatat sebagai salah satu hari terkelam IHSG sepanjang 2026. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 248,32 poin atau 3,27% ke level 7.337,37 — jauh di bawah posisi pembukaan 7.374,31 dan nyaris menyentuh titik terbawah harian di 7.156,68 pada pagi hari.
Kapitalisasi pasar BEI menguap menjadi Rp13.301,66 triliun. Namun di tengah lautan merah yang mewarnai hampir seluruh layar perdagangan, lima saham mencatat kenaikan yang tidak masuk akal secara kasat mata. RANC meroket 24,53%, SHID melejit 24,50%, OILS terbang 17,76%, BSIM naik 14,92%, dan MKAP menguat 14,43%. Dalam satu hari bursa yang penuh kepanikan, mereka justru menjadi oasis di padang pasir.
📉 Kronologi Hari yang Melelahkan: Dari Panik ke Stabil
Perdagangan hari ini membuka sesi dengan kepanikan yang cepat dan brutal. Sejak bel pembukaan pukul 09.00 WIB, gelombang jual langsung menghantam hampir semua sektor. IHSG yang dibuka di 7.374,31 langsung terjun bebas dalam hitungan menit, menyentuh titik terendah harian 7.156,68 pada sekitar pukul 09.12 WIB.
Penurunan intraday nyaris 3% hanya dalam 12 menit pertama perdagangan. Setelah kepanikan awal mereda, indeks perlahan merangkak naik sepanjang sesi siang. Sebuah pola teknikal yang oleh para analis disebut sebagai “panic selling followed by bargain hunting”. IHSG akhirnya ditutup di 7.337,37 pada pukul 16.00 WIB, mencerminkan koreksi bersih 3,27% dari penutupan Jumat sebelumnya di 7.585,68.
Dari sisi aktivitas perdagangan, hari ini mencatat volume yang sangat tinggi — total turnover mencapai Rp9,00 triliun dengan frekuensi 959.073 kali transaksi dan volume 20,38 miliar saham diperdagangkan. Ini merupakan sinyal klasik distribusi besar-besaran: investor institusional asing melepas posisi secara masif.
Net sell asing khususnya terkonsentrasi di saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI mencatat total net sell asing mencapai lebih dari Rp1,9 triliun dalam sehari. Indeks LQ45 — barometer 45 saham terpilih — ikut terperosok ke 745,77, turun hampir 4% dari posisi penutupan pekan lalu.
Secara sektoral, tidak ada satu pun sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. Sektor transportasi mencatat penurunan paling dalam secara mingguan dengan minus 12,05%. Disusul sektor barang baku minus 11,46%, dan konsumer non-primer yang ambles 14,73% dalam sepekan. Hanya beberapa saham lapis ketiga dengan volume rendah yang berhasil mencatat kenaikan — itulah yang menjelaskan munculnya lima saham top gainers yang tampak “terbang sendirian” di tengah badai.
