Ditambah dengan program kegiatan mengaji Tahfiz, didikan Shubuh, dan wirid akan memperkuat penguatan tersebut.
Harapannya, ujar Mahyeldi pada 2045 anak yang saat ini tengah berkembang menjadi pimpinan dengan kemampuan lengkap namun tetap berbudaya dan religius.
Sementara itu warga di Banda Buek, Padang, Endi Marlina berharap program 18-21 bukan sekedar imbauan semata kepada warga.
Akan tetapi dilakukan dengan gerakan yang sedikit “memaksa”.
Sebab seperti program yang telah berjalan banyak warga tidak peduli dan mengindahkannya.
Setidaknya ada semacam tugas untuk siswa yang melibatkan orang tua dari sekolah terkait program itu. (Ant/SU02)
