Wako Padang: Kuatnya Ketahanan Bangsa Dimulai Dari Keluarga

PADANG – Wako Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan upaya untuk memperkuat ketahanan bangsa dimulai dari pembinaan dini di tengah keluarga.

“Dengan keluarga yang harmonis dan syakinah menjadi modal kekuatan dalam berusaha dan bekerja,” ujar Mahyeldi menjelaskan tentang Pencanangan Gerakan 18-21 di Padang, Senin (25/9).

Gerakan 18-21 atau memberikan waktu kepada anak pada rentang pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB menjadi bagian dari upaya penguatan bangsa tersebut.

Artinya dengan adanya pendampingan kepada anak dalam 3b yakni bermain, belajar dan bicara akan membantu perkembangan anak.

Titik tolak anak sebagai calon penerus bangsa menjadi bagian utama penguatan keluarga tersebut.

Dengan kata lain perhatian dan kasih sayang orang tua yang langsung terlihat nyata, akan membantu anak memunculkan potensinya dan berjalan pada sisi positif.

“Banyaknya terjadi kriminalitas, pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat terlarang menjadi bukti lemahnya pembinaan keluarga,” ujarnya.

Sebaliknya seseorang yang sukses karena ditopang keluarga yang sinergis dan harmonis, inilah yang akan diperkuat di Padang.

Lebih lanjut, selalu memberikan kemajuan dengan teknologi bukan bagian dari pembinaan tersebut.

Justru anak menjadi ketergantungan yang menyebabkan hilangnya kreativitas, di masa depan ini tidak akan produktif dalam bekerja.

Akan tetapi dengan langsung memberikan pengajaran lewat pengalaman dan materi secara interaktif akan membuat anak lebih puas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER