MEDAN, SERUJI.CO.ID – Penyelenggaraan China International Import Expo (CIIE) yang pertama akan digelar di Shanghai, Tiongkok pada 5-10 November 2018. Pameran investasi perdagangan negara dan pameran bisnis perusahaan ini dapat menjadi ajang promosi produk asal Indonesia khususnya Sumatera Utara.
Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Sun Ang, mengatakan CIIE yang pertama akan digelar di Shanghai, Tiongkok pada 5-10 November 2018. Pameran ini diharapkan diikuti 185 negara. Saat ini, sudah lebih dari 100 negara yang mendaftar untuk ikut serta.
“Kegiatan CIIE merupakan keputusan penting Pemerintah Tiongkok membuka pasar perdagangan dunia agar saling menguntungkan. Deadline pendaftaran Juni. Kami perkirakan ada 80 ribu -100 ribu stan nantinya,” jelas Sun Ang dalam Rapat Pengumuman dan Perkenalan Pameran Impor Internasional Tiongkok di Medan, Selasa (23/1).
Sun Ang menyebutkan Sumut dapat mengikuti pameran ini dengan mempromosikan barang, produk maupun jasanya agar nantinya lebih banyak diekspor ke Tiongkok.
Kabar gembiranya, Pemerintah Tiongkok membuat kebijakan barang khas negara-negara ASEAN bila diekspor ke Tiongkok bebas pajak.
“Kami berharap penyelenggaraan CIIE, dapat memberikan kesempatan kepada berbagai negara di dunia termasuk Indonesia untuk memperluas ekspor mereka ke Tiongkok. Apalagi lima tahun mendatang, Tiongkok akan mengimpor barang dan layanan lebih dari 10 Triliun Dolar AS. Kami akan memberikan kemudahan mengurus visa dengan lancar,” ujarnya.
Menurut Sung Ang, Sumut memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan dapat dipromosikan pada pameran CIIE nanti seperti kopi, karet, sarang walet, durian dan banyak lagi.
“Saya merasa Sumut sangat kaya sumber daya alamnya, ada banyak barang asal Sumut yang diperlukan Tiongkok, misalnya minyak sawit. Kira-kira dua bulan lalu saya berkunjung ke Pabrik Sawit di Sumut, di pabrik itu ternyata ekspor minyak sawit ke Tiongkok meningkat,” pungkasnya. (Mica/SU05)
