Rekapitulasi KPU Sumut Selesai: Jokowi Menang Tipis, Selisih 348.729 Suara dari Prabowo

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya dapat menyelesaikan rekapitulasi perhituangan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi yang sempat tertunda beberapa kali.

Rekapitulasi yang berlangsung di Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan tersebut, berlangsung hingga tengah malam, Ahad (19/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

Untuk Pilpres 2019, hasilnya pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf menang tipis dengan selisih 348.729 suara dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Jokowi-KH Ma’ruf meraup dukungan masyarakat Sumut dengan meraih 3.936.515 suara atau 52,32 persen dari total suara sah yang berjumlah 7.524.301 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan 3.587.786 suara (47,68%)Rapat

Rapat Pleno KPU untuk rekapitulasi tingkat provinsi Sumut sempat ditunda tiga kali dari jadwal awal 9 Mei 2019 hingga akhirnya baru selesai 19 Mei 2019.

Penundaan rekapitulasi KPU Sumut terjadi karena belum selesainya rekapitulasi di Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang, yang memiliki TPS cukup besar, sebanya 1250 TPS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.