Pesantren Harus Sumbang Energi Positif bagi Bangsa

1
46
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

JAMBI – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap pondok pesantren mampu menyumbang lebih banyak lagi energi positif untuk bangsa.

“Tantangan Indonesia saat ini jauh lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya dan pondok pesantren harus bisa menjawab tantangan itu,” kata Khofifah saat menghadiri Milad ke-40 Pondok Pesantren Diniyah Putri Muara Bungo, Jambi, Sabtu (18/2).

Dikatakan, tantangan yang cukup berat adalah dampak negatif globalisasi dan mudahnya akses informasi serta ancaman bahaya narkoba. Oleh karena itu, kiai di pondok pesantren juga harus melek teknologi informasi.

Menurut Khofifah, teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan hampir semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Karenanya tidak jarang ditemui banyak kejahatan yang memanfaatkan teknologi informasi seperti perdagangan orang, prostitusi online, dan narkoba.

“Informasi yang bagus banyak, dan yang negatif pun juga banyak. Jika kiai dan ulama tidak memahami teknologi informasi bagaimana bisa berperan aktif membendung yang negatifnya,” ujarnya.

Peran teknologi informasi, lanjut Khofifah, sebenarnya bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah Islamiah. Dengan demikian jangkauan umat yang terpapar dakwah bisa jauh lebih besar dan luas.

Khofifah menambahkan, dengan melek teknologi informasi maka ke depan pondok pesantren bisa melahirkan SDM unggul, baik dari sisi spiritualitas maupun teknologi sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi budaya dan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti peran kaum perempuan dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, di era saat ini perempuan dituntut jauh lebih maju, berwawasan luas, cerdas, modern, dan bermartabat. “Perempuan tidak lagi hanya berkutat dengan urusan domestik rumah tangga, namun juga kebangsaan,” katanya.

Khofifah menuturkan perempuan Indonesia harus menjadi pilar dalam membentengi anak-anak agar tidak menjadi antisosial. Perempuan Indonesia juga harus mampu menjaga ketahanan sosial dan kesejahteraan keluarga.

“Seiring tuntutan zaman, perempuan dituntut untuk merevitalisasi pola pengasuhan dan proses pendidikan anak-anak di dalam keluarga,” ujarnya. Dengan demikian, generasi penerus bangsa memiliki karakter yang kuat dan terhindar dari berbagai dampak negatif arus globalisasi.

Dalam kunjungan ke Ponpes Diniyah Putri, Muara Bungo, Khofifah juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah sarana prasarana pendidikan.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Meski Tertunda Karena Hujan, Akhirnya Tenda Bantuan Untuk Rohingya Dapat Didirikan

BANGLADESH – Akhirnya tenda bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah berdiri. meskipun sebelumnya sempat tertunda akibat hujan deras pada hari Kamis (21/9), di...

Oktober, Jadi Tidaknya Demokrat Usung Khofifah Ditentukan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peluang Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang terbuka lebar. Pasalnya, menurut rencana...

Pengamat: Emil-Daniel Perpaduan Yang Saling Melengkapi

JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan bila Partai Golkar memutuskan mendukung pasangan Ridwan Kamil (Emil)-Daniel Mutaqien pada...

Uber Terancam Dilarang Beroperasi di London

LONDON - Perusahaan operator transportasi online Uber terancam tidak dapat beroperasi di London setelah perpanjangan lisensi operasinya ditolak oleh otoritas transportasi London, Transport for...

Rotasi Pejabat, Soekarwo Promosikan Adik La Nyalla Mattalitti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo merotasi sejumlah nama menduduki jabatan baru di Pemprov Jatim. Tak terkecuali adik kandung La Nyalla Mattalitti, yakni...

Polisi Mimika Sita Ribuan Sachet Obat Batuk

TIMIKA - Kepolisian Sektor Mimika Baru, Polres Mimika, Papua, menyita 40 karton berisi 59.610 sachet obat batuk jenis komix yang dijual bebas tanpa izin...