Ia mengatakan keberangkatan pertama awalnya direncanakan pada 9 Desember 2016 kemudian yang kedua pada 17 Februari 2017, dan terakhir 19 Februari 2017.
Dari keterangan direktur PT Safinatun, kata dia, gagalnya keberangkatan tersebut karena visa calon anggota jamaah umrah tertahan.
“Pihak Safinatun berjanji akan memberangkatkan kami, namun hingga saat ini tidak kunjung juga,” ujar dia.
Bahkan, ujar dia, pertemuan sebelumnya para calon jamaah umrah juga dijanjikan diberangkatkan bagi yang bersabar.
“Pertemuan beberapa waktu lalu ada dua pilihan, pertama tetap berangkat namun bersabar, kedua uang dikembalikan bagi yang membatalkan,” ujarnya.
Pihaknya menyebutkan total Rp26,5 juta sudah digelontorkan ke pihak PT Safinatun Najah Salsabil.
Salah seorang calon anggota jamaah umrah lainnya, Syamsiar (54), mengatakan sudah menyetorkan uang Rp31 juta ke pihak PT Safinatun Najah Salsabil.
“Saya sudah tiga kali gagal berangkat seperti janji pihak Safinatun,” ujar dia. (Ant/SU02)
