Curi Ikan 4 Ton di Laut Indonesia, WN Thailand Didenda Rp200 Juta

0
15
Aphicai alias Soth Warga Negara (WN) Thailand saat menjalani persidangan di PN Medan.

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Aphicai alias Soth Warga Negara (WN) Thailand dijatuhi pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Nahkoda kapal penangkap ikan berbendera Malaysia ini terbukti bersalah melakukan pencurian ikan seberat 4 ton di laut Indonesia.

“Menghukum terdakwa membayar pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Fahrein dalam sidang yang digelar di ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (19/12) siang.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 102 UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Menanggapi putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum Ifhan Taufiq Lubis menyatakan pikir-pikir. Sementara itu saat diwawancarai lewat penerjemahnya, terdakwa mengaku sangat rindu dengan keluarganya di Thailand.

“Anak saya masih kecil. Saya rindu mereka,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Dalam perkara ini, terdakwa ditangkap petugas TNI AL pada Agustus 2017 lalu saat sedang melakukan patroli di perairan Perairan Zona Eksklusif (ZEE) Indonesia Selat Malaka. Saat dilakukan pemeriksaan, terdakwa yang merupakan nahkoda kapal tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap. (Mica/ Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....