Awetan Harimau Sumatera dan Satwa Liar Dilindungi Lainnya Dibakar

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Ratusan barang bukti kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) dilindungi, dimusnahkan di Markas Satuan Polisi Reaksi Cepat Brigade Macan Tutul di Mariendal, Deli Serdang. Pemusnahan dilakukan agar masyatakat tidak lagi melakukan perburuan terhadap TSL.

Pemusnahan itu dihadiri perwakilan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, Kejaksaan Negeri Medan, Kepala Satgas Sumber Daya Alam Kejagung RI, Aspidum Kejati Sumut, Direskrimsus Polda Sumut, serta perwakilan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni 1 ekor harimau Sumatera dalam kondisi mati, 1 ekor harimau Sumatera dalam keadaan offset (awetan), satu lembar kulit harimau Sumatera dalam keadaan utuh, 2 ekor offset penyu sisik, dua offset kepala dan tanduk rusa, 13 kotak sterofoam lipan kering, 3 kotak sterofoam sisik ular kering, dan 2 gading gajah Sumatera, dan cula badak.

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Untuk gading gajah, tanduk rusa, dan cula badak, awalnya dihancurkan dengan alat berat pengaspal jalan namun tidak berhasil. Akhirnya dibakar dan akan digergaji hingga tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, mengatakan dengan pemusnahan ini diharapkan masyarakat tidak lagi melakukan perburuan terhadap TSL.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan yang sudah inkracht (berkekuatan hukum) di tahun 2017,” kata Hotmauli, Kamis (11/1).

Sementara itu Kepala Balai Pam Gakkum LHK Wilayag Sumatera, Edward Sembiring mengungkapkan dengan pemusnahan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada siapapun yang melakukan kejahatan TSL. Dengan demikian, satwa dilindungi bebas dari tindakan perburuan dan pembunuhan.

Kasatgas SDA Kejagung RI, Ricardo Sitinjak, menambahkan kejahatan terhadap TSL di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Sehingga harus ada penindakan tegas kepada para pelaku.

“Selain ke Medan, kami juga melakukan hal yang sama di Jambi, sekarang sedang dilakukan pendataan,” tukasnya. (Mica/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER