Ada Kendala Administrasi, Rekapitulasi Suara di Batam Kembali Ditunda

BATAM, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menunda kelanjutan rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kota karena kendala administrasi hasil penghitungan Kecamatan Sagulung.

Ketua KPU Batam Syahrul Huda membuka skors rapat pleno, sekaligus mengistirahatkan kembali, hingga Ahad (12/5) siang. “Kemarin kami prediksi pukul 10.00 WIB bisa Pleno kembali, tapi setelah sampai pukul 11.00 ternyata belum,” kata Syahrul Huda.

Berdasarkan informasi dari komisioner KPU Batam dan KPU Kepri yang berada di PPK Sagulung, ternyata masih ada persoalan administrasi, lanjut Syahrul.

KPU memperkirakan, seluruh persoalan administrasi rampung sekitar pukul 13.00 WIB, sehingga rapat akan dilanjutkan kembali hari ini pukul 13.30 WIB. Ia menjelaskan, PPK Sagulung baru menyelesaikan rekapitulasi pada Minggu sekitar pukul 02.00 WIB

“Setelah itu administrasi untuk sinkronisasi sampai pukul 05.00 WIB,” ucapnya.

Sinkronisasi sempat terkendala dengan data Kelurahan Sei Binti. Ia menyatakan, untuk segerakan proses administrasi penghitungan di Sagulung, KPU telah mengirim 2 mesin fotokopi.

“Kami ‘support’ kirim dua mesin fotokopi. Tapi proses fotokopi bergantuan itu memakan waktu,” ujar dia. Setelah itu dokumen harus ditandatangani satu persatu oleh saksi yang hadir.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza menegaskan proses penghitungan suara Kota Batam harus selesai hari ini juga. “Hari ini harus dibawa ke Tanjungpinang (ibu kota provinsi),” kata dia.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.