SMKN 3 Surabaya Terapkan Siswanya Berwirausaha Melalui Aplikasi Digital

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemanfaatan aplikasi digital sebagai sarana yang mudah untuk berwirausaha, kerap dijalankan oleh pelaku usaha, namun kini pelajar turut menekuninya, seperti halnya SMKN 3 Surabaya.

Untuk menjadikan siswanya berwirausaha secara mandiri, SMKN 3 Surabaya telah mengembangkan aplikasi berbasis digital bernama Onklas, selain itu, aplikasi ini juga bermanfaat untuk belajar mengajar.

Kepala Sekolah SMKN 3 Surabaya, Mudianto mengatakan dengan mengembangkan aplikasi mengajak siswa untuk kreatif menciptakan peluang usaha sebagai bekal setelah mereka lulus.

“Aplikasi ini telah kita adopsi tiga bulan lalu, untuk menjajal siswa menciptakan peluang usaha, seperti diketahui bahwa ketika anak lulus SMK banyak yang belum bisa merasakan dunia kerja, maka dengan ini kita mencetak siswa ketika lulus sudah bisa mencari uang sendiri,” ujar Mudianto ditemui di SMKN 3 Surabaya, Rabu (9/5).

Kata Mudianto bahwa pihaknya berharap bisa memenuhi sistem managemen akademik, learning managemen dan digital kreatif, karena kedepannya tidak hanya terkait managemen sekolah aplikasi yang bisa diunduh di android, namun juga bisa sebagai pemanfaatna siswa untuk membuka peluang usaha seperti pulsa, booking pesawat dan lainnya.

“Sistem pembayarannya cukup hanya melalui toko retail seperti di minimarket, kami berharap perkembangan industri layanan digital mampu mendukung sunia pendidikan,” pungkasnya. (Devan/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.