Senin, 40 Anggota DPRD Malang Dilantik Gantikan Anggota Yang Terjerat Kasus Korupsi

MALANG, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang akan dilantik pada Senin (11/9) untuk menggantikan 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Malang Nurwidianto mengatakan bahwa pelantikan tersebut akan dilakukan oleh Pimpinan DPRD Kota Malang Abdurrochman dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

“Senin akan dilantik oleh Ketua Dewan dan disaksikan Gubernur Jawa Timur,” kata Nurwidianto.

Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan 2 Politisi PDIP Tersangka Suap DPRD Malang

Untuk berkas PAW yang sudah masuk dalam Satuan Tugas Pergantian Antarwaktu (Satgas PAW) adalah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak sembilan berkas, PKB (5), Partai Golkar (5), Partai Demokrat (5) dan Partai Gerindra empat berkas.

Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiga berkas, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (3), Partai Nasional Demokrat (1), Partai Hanura (2) dan Partai Amanat Nasional (PAN) (2) serta ditambah satu berkas yang terproses sebelumnya.

Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk DPRD Kota Malang sedang dilakukan percepatan menyusul ditetapkannya sebanyak 41 tersangka oleh KPK, dari total jumlah anggota sebanyak 45 orang. Dalam kondisi normal, PAW bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Baca juga: Terkait Kasus Suap, Mantan Wabup Malang Penuhi Panggilan KPK

Saat ini, kekosongan tengah terjadi. Percepatan pergantian antarwaktu anggota DPRD Kota Malang tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan para pimpinan partai politik.

Percepatan tersebut dilakukan karena ada dua agenda besar yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah Kota Malang, yakni pembahasan APBD 2018 dan RAPBD 2019.

Dalam perkembangan kasus tersebut, KPK menyatakan, dari sebanyak 41 orang tersangka anggota DPRD Kota Malang, diduga menerima total uang sebanyak Rp700 juta untuk kasus suap dan sebanyak Rp5,8 miliar untuk dugaan gratifikasi.

Selain itu, sebanyak 16 tersangka juga kembali mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif 2019.

Baca juga: 14 Anggota DPRD Malang Kembalikan Uang ke KPK

Sebanyak 16 nama tersangka yang masuk dalam Daftar Calon Sementara KPU tersebut adalah;

  1. Arief Hermanto, (PDIP)
  2. Teguh Mulyono, (PDIP)
  3. Diana Yanti, (PDIP)
  4. Hadi Susanto, (PDIP)
  5. Erni Farida, (PDIP)
  6. Choeroel Anwar, (Golkar)
  7. Ribut Harianto, (Golkar)
  8. Mulyanto, (PKB)
  9. Een Ambarsari, (Gerindra)
  10. Teguh Puji Wahyono, (Gerindra)
  11. Indra Tjahyono, (Demokrat)
  12. Bambang Triyoso, (PKS)
  13. Choirul Amri, (PKS)
  14. Harun Prasojo (PAN)
  15. Asia Iriani, (PPP)
  16. Mohammad Fadli, (NasDem)

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.