Yuliono kemudian mengabarkan temuannya kepada para pemulung yang sedang bekerja di TPA Benowo, lantas memasukkannya ke dalam kotak putih yang biasanya sebagai tempat menyimpan es batu.
Awalnya para pemulung melapor ke petugas keamanan di TPA Benowo, selanjutnya diteruskan ke kepolisian terdekat.
Petugas dari Polsek Benowo segera mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan.
“Kami telah mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian perkara,” ujar Mahmud.
Mayat bayi nahas tersebut, lanjut dia, telah dikirim ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya untuk dilakukan “visum et repertum”.
Dari hasil visum di RSUD dr. Soetomo itulah nanti polisi bisa mengetahui apakah sang bayi telah meninggal sebelum dibuang atau meregang nyawa saat telah dibuang di tumpukan sampah.
“Selanjutnya, sampai sekarang kami masih melakukan penyelidikan,” ucapnya. (Ant/SU01)
