SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Puluhan mahasiswa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) menggelar aksi damai di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat, Senin (11/12). Mereka menuntut penanganan kasus dugaan korupsi lebih transparan.
Dalam aksi ini, mereka membawa sejumlah poster berisi tulisan ‘Sumenep Harus Bersih dari Korupsi’, ‘Bebaskan Sumenep dari Sindikat Korupsi’, ‘Utamakan Demokrasi bukan Korupsi’, dan sejumlah poster lain berisi kecaman terhadap tindak pidana korupsi.
Selain itu, mereka juga bergantian berorasi saat menuju kantor dua lembaga penegak hukum tersebut.
“Kita ingin penanganan kasus dugaan korupsi di Sumenep lebih trasnparan. Penegakan hukum juga harus lebih profesional,” terang koordinator aksi, Mahfud Amin.
Mahfud ingin melihat respon pimpinan dua lembaga penegak hukum itu dalam minggu ini. Dia berharap kasus dugaan korupsi yang ditangani cepat selesai. Tapi dia enggan menyebut berapa jumlah kasus yang penanganannya dinilai lamban.
Namun demikian, Mahfud berjanji akan turun jalan kembali jika aksi damai kali ini tidak berbuah hasil. Bila belum ada kasus yang belum tuntas, dia menegaskan akan membawa sejumlah data penting ketika aksi nanti.
Sedangkan Kepala Kejari Sumenep, Bambang Panca, memastikan tidak ada tunggakan kasus di 2017 ini, karena sudah dituntaskan semua. Ke depan, dia mengaku lebih mengutamakan pencegahan munculnya perilaku melawan hukum hukum tersebut.
“Tenaga jaksa sudah kita kondisikan, agar penanganan kasus dugaan korupsi di 2018 nanti lebih bagus dari sebelumnya. Kita sudah atur itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabagren Polres Sumenep, Endri Prasetyo, menganggap aksi damai tersebut sebagai suntikan semangat. Dia pun memastikan semua laporan pasti diproses.
Meski begitu, dia tidak bisa menyebut berapa jumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani Polres Sumenep, karena dia baru menjabat di kabupaten paling timur Madura ini.
“Semoga dengan pergantian Kapolres baru, ada juga spirit baru untuk membersihkan Sumenep dari korupsi,” ujarnya.
Meski tidak bisa membeberkan sejumlah kasus yang ditangani, dia memastikan penegakan hukum pasti dijadikan sebagai prioritas. Tidak hanya dugaan korupsi, tindak pidana lain pun juga akan dituntaskan. (Rahmat/SU02)
