Kala Cinta Menyapa Arek-Arek Alfalah Suroboyo

Surabaya – Masjid Alfalah kembali mengadakan kajian aktual ber-tema-kan “Kala Cinta Menyapa”, Ahad (26/02). Kajian yang mengusung konsep pernikahan ini diisi langsung oleh bintang Tausiyah Cinta, Ressa Rere yang berduet dengan sang suami, Ryan Qori.

Meskipun saat ini bintang yang biasa disapa teh Rere tengah berbadan dua, tidak lantas menyurutkan antusiasnya untuk berbagi ilmu kepada arek-arek Alfalah Surabaya yang berjumlah hampir 1000 orang, dimana 700 an diantaranya didominasi oleh akhwat (wanita).

Dalam salah satu paparannya, Rere dan suami mengajak kaum muda untuk menjauhi aktivitas pacaran yang sudah marak di kalangan remaja.

“Pacaran itu sedikit nikmatnya tapi banyaak sekali mudharatnya, banyak sekali dosanya”, tegasnya.

Keduanya juga menceritakan bagaimana awal mula mereka bertemu hingga akhirnya menikah. Proses yang panjang, penuh perjuangan selama hampir dua tahun bagi Ryan untuk melamar Rere. Mengalami sebanyak 5 kali penolakan sampai akhirnya diterima oleh almarhum ayah Rere.

Simak: Trik Riasan Islami: Hindari Cukur Alis

“Prosesnya panjang sekali dan butuh perjuangan, karena sosok Rere sangat istimewa bagi saya,” ungkap Ryan menjawab salah satu pertanyaan dari peserta.

Sontak semua peserta akhwat yang hadir berteriak histeris mendengar jawaban Ryan.

Senada dengan hal tersebut, Rere pun mengatakan bahwa ia benar-benar mulai jatuh cinta pada suaminya ketika ijab-kabul usai dibacakan. “Seperti ada kilatan-kilatan cahaya gitu yah, jantung sudah dag-dig-dug, inikah namanya cinta?” katanya.

Rere dan Ryan tidak melakukan aktivitas pacaran sebelum mereka menikah meskipun sebelumnya telah saling mengenal di dalam grup band yang mewadahi mereka. Masa pacaran dijalani setelah mereka menikah.

Keduanya pun memberikan pesan pada semua peserta yang ingin dan akan melangsungkan pernikahan, bahwa jodoh adalah cerminan diri.

“Sibukkan diri untuk memperbaiki dan mendekatkan diri kepada Allah, sehingga nantinya akan mendapatkan jodoh yang baik,” jelas Ryan.

“Teman-teman memiliki bakat dan talenta masing-masing, jadi manfaatkan waktu untuk berkarya, untuk berbuat kebaikan walaupun kecil, karena insya Allah akan menjadi titik balik kita nantinya. Dan berkumpullah dengan teman-teman yang sholeh. Karena disamping amal, yang bisa menemani kita di akhirat kelak, yaitu sahabat yang sholeh” pesan Ryan.

EDITOR: Harun S

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER

Mengenal Karbohidrat Rafinasi dan Bahayanya Bagi Tubuh

Menikmati sebungkus keripik kentang sambil menonton film memang menyenangkan. Tapi awas! jangan terlalu banyak. Ada bahaya mengintai di setiap gigitannya.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy