Ini Alasan Keluarga Penelantaran Pasien Damai dengan Rumah Sakit Khodijah

0
17
Perawat Suntik Mayat
Rumah Sakit Siti Khodijah - Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Sidoarjo. (foto:Devan/SERUJI)

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID – Keluarga pasien akhirnya sepakat berdamai dengan Rumah Sakit Khodijah setelah sebelumnya sempat melaporkan pihak rumah sakit ke Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, terkait dengan dugaan penelantaran pasien.

Pengacara Rumah Sakit Khodijah, Masbuhin, Kamis (15/2), mengatakan Undang-Undang nomor 36 abun 2009 tentang kesehatan disebutkan jika ada permasalahan dugaan kesalahan tenaga kesehatan harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi.

“Atas dasar itulah, selama beberapa kali kami dan keluarga pasien melakukan mediasi untuk membahas permasalahan ini,” katanya saat temu media di Sidoarjo.

Ia mengemukakan, dalam mediasi tersebut disepakti jika terjadi kesalahpahaman komunikasi antara pihak pasien dan juga pihak rumah sakit terkait dengan permasalahan ini.

Baca juga: RS Siti Khodijah Sidoarjo Tuntut Penyebar Hoax Perawat Suntik Mayat

“Atas dasar itulah, kedua belah pihak sepakat untuk membuat surat pernyataan antara pihak pertama dan kedua untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini dengan damai,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam surat keterangan tersebut kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak melanjutkan kasus hukum yang sudah dilaporkan dalam permasalah ini.

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum keluarga pasien, Yunus mengatakan, pihaknya juga sepakat untuk melakukan perdamaian terkait dengan permasalahan ini.

“Setelah surat kami untuk melakukan mediasi direspons dengan baik, maka kami setuju supaya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan mediasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo diduga telah melakukan penelantaran pasien seperti yang telah disampaikan oleh keluarga pasien almarhum Supariyah, warga Sepanjang, Sidoarjo.

Bahkan, dugaan penelantaran pasien hingga mengakibatkan meninggal dunia itu sempat viral di media sosial. Namun, pihak rumah sakit membantah dan menganggap sudah melakukan tugas sesuai dengan SOP yang ada. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....