Harga Bahan Pokok di Madiun Stabil


MADIUN, SERUJI.CO.ID – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, masih stabil dan belum ada kenaikan harga yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono, Ahad (28/1) mengatakan menjelang akhir bulan Januari ini harga kebutuhan bahan pokok di Madiun terpantau stabil.

“Seperti komoditas beras di pasar tradisional saat ini, meski belum terjadi penurunan harga, masih tergolong stabil dan belum ada gejolak kenaikan harga yang berarti,” ujarnya.

Ia menerangkan untuk beras jenis IR 64 saat ini masih seharga Rp11.000 per kilogram, beras jenis mentik dan bengawan mencapai Rp12.000 per kilogramnya.

Untuk komoditas bahan kebutuhan pokok lainnya, seperti daging sapi murni juga terpantau stabil Rp110.000 per kilogram dan daging ayam broiler Rp33.000 setiap kilogramnya.

Sementara itu, harga cabai rawit, cabai merah besar, dan cabai keriting berkisar antara Rp29.000 hingga Rp32.000 per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih dan bawang merah saat ini berada di kisaran Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogramnya.

Ia mengemukakan stabilnya harga beras yang saat ini menjadi sorotan itu dipengaruhi operasi pasar yang digelar Bulog akhir-akhir ini.

“Tentu saja operasi pasar berpengaruh. Paling tidak, harga bertahan dan tidak terjadi lonjakan lagi,” kata Gaguk.

Pihaknya terus melakukan pemantauan harga komoditas bahan kebutuhan pokok setiap hari untuk melihat apakah ada fluktuasi harga di pasar, terutama beras.

Hal itu dilakukan supaya pemerintah bisa dengan cepat mengambil tindakan jika ada gejolak kenaikan harga di pasaran. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close