Eksekusi Penggusuran Warga Pulosari Berlangsung Ricuh

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Proses eksekusi penggusuran ratusan rumah warga Pulosari, Surabaya yang berlangsung hari ini, Selasa (6/2), ricuh. Kericuhan terjadi antara kuli angkut dari tim pemohon (Patra Jasa) yang berpakaian hijau tua dengan masyarakat yang tidak terima barang mereka dikeluarkan secara paksa.

Saat terjadi kericuhan ratusan petugas keamanan dari TNI/Polisi dan Satpol PP yang berada di lokasi langsung melerai.

Salah satu warga bernama Vidiya mengaku didorong saat meminta kepada kuli angkut untuk tidak mengangkut barang milik warga, yang berujung terjadi aksi saling dorong.

“Saya hanya minta kalau digusur seharusnya dengan cara baik-baik, jangan secara paksa seperti ini, kami bisa pergi dari tempt ini (Pulosari) namun biar kita sendiri yang angkut atau tim juru sita dari pengadilan, bukan dari pihak pemohon,” ungkap Vidiya kepada SERUJI.

Lebih lanjut Vidiya mengatakan apa yang dilakukan kuli angkut itu tidak mendasar, karena warga hanya tahu mestinya juru sita yang mengangkut, bukan kuli angkut yang diperintah PT Patra Jasa.

Saat adanya kuli angkut itu, pihak kepolisian ditempat hanya membiarkan mereka mengangkut barang warga.

“Kami ini tidak tahu kuli angkut itu pihak siapa, kalaupun pihak dari PT Patra Jasa, seharusnya tidak boleh mengangkut barang kita, apalagi secara paksa seprti itu dan saling dorong, sampai tangan saya sakit. Kalau memang di eksekusi saya minta secara baik dan sopan dari juru sita PN atau dari kepolisian maupun warga,” pungkasnya.

(Devan/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER