Dilanda Kekeringan Parah, Ribuan Muslim Pamekasan Gelar Shalat Istisqa

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID –¬†Dalam rangka memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan setelah dilanda kekeringan yang parah, ribuan umat Islam Pamekasan pada Senin (22/10) pagi melaksanakan shalat Istisqa di tanah lapang dekat Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata Palengaan.

“Semua santri dan alumni telah diinstruksikan oleh pengasuh pondok pesantren untuk ikut shalat meminta hujan yang digelar mulai pukul 06.30 WIB pagi ini,” kata juru bicara Alumni Pondok Pesantren Bata-bata Moh Ali Muhsin.

Warga datang berbondong-bondong ke lapangan madrasah di dekat pesantren Bata-bata sejak sekitar pukul 06.00 guna melaksanakan shalat Istisqa.

Kecamatan Palengaan merupakan salah satu kecamatan yang musim kemarau ini menghadapi kekeringan parah di Kabupaten Pamekasan. Warga di kecamatan ini kesulitan sudah mendapatkan air bersih. Sebagian terpaksa mandi di sungai berair keruh dan berlumut karena sumur-sumur mereka mengering.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan ada 315 dusun di 80 desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pamekasan. Tahun ini dampak kekeringan lebih luas dibandingkan tahun lalu, ketika 299 dusun yang mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus mengatakan tahun ini wilayah Pamekasan menghadapi kekeringan langka dan kekeringan kritis.

Kekeringan langka terjadi ketika pemenuhan kebutuhan air di dusun hanya di bawah 10 liter saja per orang per hari dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga tiga kilometer.

Kekeringan kritis terjadi saat pemenuhan kebutuhan air warga di dusun hanya 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh untuk mendapatkan air bersih sejauh tiga kilometer bahkan lebih.

Jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih kali ini berbeda dengan data 2017. Sebab kala itu, kekeringan melanda 80 desa yang tersebar di 299 dusun di 10 kecamatan di wilayah itu.

Akmalul Firdaus mengatakan BPBD mengoperasikan delapan mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke dusun-dusun yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih di 80 desa di 10 kecamatan di Pamekasan. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER