Diguyur Hujan, Pengaspalan Jalan Raya Gubeng yang Amblas Tertunda

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Hujan yang mengguyur Kota Surabaya, membuat kegiatan pengaspalan bagian Jalan Raya Gubeng yang ambles setelah selesai pengurukan dan pemadatan menjadi tertunda.

“Pengaspalan belum bisa dilakukan karena hujan semalam. Tapi kalau lapisan dasar sudah kering, pengaspalan bisa digelar lagi hari ini,” kata pejabat Pemerintah Kota Surabaya, Djoestamadji, Rabu (26/12). Ia bertugas piket di sekitar lokasi Jalan Raya Gubeng yang amblas di Surabaya.

Djoestamadji, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya, mengatakan pekerjaan pemulihan jalan amblas pada Selasa (25/12) meliputi penyelesaian pemasangan box culvert sepanjang 40 meter di sisi Jalan Raya Gubeng.

Sementara pemasangan pemasangan box culvert di bagian barat, menurutnya, masih menunggu selesainya pemasangan dinding besi vertikal (sheet pile) untuk menahan tanah dan menahan masuknya air ke lubang galian.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan pekerjaan pemulihan bagian Jalan Raya Gubeng yang amblas bisa selesai dalam kurun tujuh hari.

Kemudian, Petugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya pada Kamis (20/12) pukul 15.00 WIB mulai menguruk bagian Jalan Raya Gubeng yang amblas pada Selasa (18/12) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya Eddy Christijanto, Senin (24/12), mengatakan tahap pengurukan dan pemadatan tanah pada bagian Jalan Raya Gubeng yang amblas telah selesai dilakukan, dan tahap selanjutnya adalah pengeringan. Pengaspalan dijadwalkan dilakukan mulai 25 Desember malam. Namun tertunda karena turun hujan. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.