Banjir Rendam Seribu Lebih Rumah di Jember

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Banjir merendamn sekitar seribu lebih rumah di sejumlah desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Banjir tersebut diakibatkan karena hujan deras yang mengguyur kawasan setempat selama beberapa jam hingga kemudian tangkis Sungai Tanggul jebol, pada Ahad (23/12).

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan banjir yang melanda di beberapa desa di antaranya di Desa Glundengan di Kecamatan Wuluhan; Desa Curahlele di Kecamatan Balung; Desa Sukorejo dan Petung di Kecamatan Bangsalsari.

Kemudian Perumahan kawasan Pakem di Kecamatan Sumbersari; Desa Kaliglagah, Sumberagung, Yosorati di Kecamatan Sumberbaru; Desa Sanenrejo dan Desa Wonoasri di Kecamatan Tempurejo; Desa Keraton di Kecamatan Kencong; Desa Sidomulyo di Kecamatan Gumukmas; Desa Pancakarya di Kecamatan Ajung, Desa Sidomulyo di Kecamatan Gumukmas dan Desa Semboro di Kecamatan Semboro.

“Pendataan terus dilakukan oleh petugas BPBD Jember dan banyaknya titik lokasi terdampak membuat proses pendataan memerlukan waktu yang cukup panjang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo, di Jember, Ahad (23/12).

Menurut Haris, pendataan sementara ini tercatat di Desa Glundengan-Kecamatan Wuluhan sebanyak 492 kepala keluarga (KK), Desa Curahlele di Kecamatan Balung sebanyak 170 KK, Desa Petung dan Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari sebanyak 230 KK, Desa Klakah dan Sumberagung di Kecamatan Sumberbaru sebanyak 400 KK, Desa Pancakarya di Kecamatan Ajung sebanyak 60 KK.

“Sejauh ini korban terdampak banjir yang sudah terdata yakni sebanyak 1.352 rumah dan pendataan terus dilakukan oleh petugas dan relawan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, hujan deras yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Jember mengakibatkan tanggul setinggi 5 meter di aliran Sungai Tanggul di Kecamatan Kencong jebol karena tidak mampu menampung air hujan, sehingga meluber ke permukiman rumah warga setempat.

“Saya imbau warga yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap waspada karena intensitas hujan di Jember juga masih tinggi,” imbaunya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.