Warga Desak Pabrik Semen Indonesia di Rembang Segera Dioperasikan

REMBANG – Warga daerah ring I pabrik PT Semen Indonesia di Rembang meminta Presiden RI Joko Widodo segera meresmikan pabrik semen itu agar jelas beroperasinya dan tidak terkatung-katung.

Kapan ndang diresmikno. Ben cetho, ra samar-samar (kapan segera diresmikan, biar jelas dan tidak samar-samar, red.),” kata tokoh masyarakat Desa Timbrangan, Achmad Achid, di Kabupaten Rembang, Rabu (20/9).

Setidaknya ada lima desa yang masuk ring I Pabrik Semen Rembang, yakni Desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, dan Kajar di Kecamatan Gunem, serta Desa Kadiwono di Kecamatan Bulu, Rembang.

Achid mengakui sudah sering mendapatkan pertanyaan dari banyak orang tentang manfaat yang didapatkan dari pembangunan Pabrik Semen Rembang, khususnya bagi warga sekitar lokasi pabrik.

“Lha manfaatnya saking banyak sekali. Bahkan, sebelum berdiri pabrik (pabrik dibangun, red.), warga pun sudah merasakan manfaatnya. Apalagi, kalau pabrik sudah resmi beroperasi nantinya,” katanya.

Dwi Joko Supriyanto, tokoh masyarakat Desa Tegaldowo membenarkan keinginan warga di ring I Pabrik Semen Rembang agar pabrik semen itu segera diresmikan sehingga bisa lebih merasakan manfaatnya.

“Kan tidak hanya bekerja di pabrik, tetapi warga bisa berwirausaha, industri kecil. Dari pabrik semen juga sudah memberikan pelatihan bagi warga, seperti pembuatan ‘snack’, dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, warga di desa ring I Pabrik Semen Rembang sampai sekarang juga masih adem ayem meski di Jakarta kabarnya ada demo, dan sebagainya, termasuk yang berkembang di media sosial.

“Dilihat saja sendiri. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Mau di medsos ramai atau bagaimana, tidak peduli. Yang jelas, warga pengen Pabrik Semen Rembang segera diresmikan,” katanya.

Ibarat orang yang berpacaran sudah lama, kata dia, tetapi hubungan itu tak kunjung diresmikan dalam perkawinan sehingga wajar jika masyarakat di desa ring I Pabrik Semen Rembang berharap segera diresmikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER