Seorang Bocah Hilang di Pantai Teluk Penyu


CILACAP, SERUJI.CO.ID –┬áSeorang bocah dilaporkan hilang akibat terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, kata Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, korban diketahui bernama Eza (8), warga Jalan Toro RT 02 RW 11, Sambeg, Kabupaten Wonosobo,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/6).

Ia mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Senin (25/6), sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban bersama keluarganya berwisata di Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Sebelum kejadian, kata dia, korban diketahui sedang bermain air dan mandi di pantai.

“Namun nahas, tiba-tiba datang gelombang tinggi yang langsung menghantam tubuh korban dan menyeretnya ke tengah hingga akhirnya hilang,” katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut, kata dia, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk menggelar operasi SAR dalam rangka mencari korban.

Kendati demikian, dia mengakui adanya kendala di lapangan berupa tinggi gelombang berkisar 1 – 1,5 meter dan angin kencang yang bertiup dari arah timur, dan arus Pantai Teluk Penyu yang kencang.

“Dalam operasi SAR yang digelar hari ini (26/6), potensi SAR yang terlibat dibagi menjadi dua regu, masing-masing melakukan pencarian dengan menyisir daratan atau tepi pantai dan penyisiran di laut menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) maupun perahu jukung,” katanya.

Mulwahyono mengatakan selain personel Basarnas, potensi SAR yang terlibat dalam operasi terdiri atas anggota Satuan Polisi Perairan Polres Cilacap, Polsek Cilacap Selatan, Koramil Cilacap Selatan, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Taruna Siaga Bencana Cilacap, Tim Penolong Kecelakaan Laut (TPKL) Cilacap, SAR Pandanarang, dan Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Cilacap. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close