Lima Desa Terdampak, Diabadikan Jadi Nama Gate Bandara Internasional Yogyakarta

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Nama lima desa terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjadi nama gerbang keberangkatan (gate) sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah merelakan tanahnya untuk proyek strategis nasional ini.

Pimpinan Proyek Bandara Internasional Yogyakarta Angkasa Pura I (AP I) Taochid Purnama Hadi mengatakan, Bandara Internasional Yogyakarta akan ada lima gate, yang nantinya akan dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang khas.

Nama desa-desa terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta yang akan menjadi nama gate tersebut antara lain Glagah, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran.

“Aktivitas kehidupan keseharian masyarakat dari lima desa terdampak itu akan ditampilkan pada lima gate yang ada di Bandara Internasional Yogyakarta. Bentuknya berupa panel relief diorama yang menggambarkan ciri khas masing-masing desa dan dinamika masyarakatnya,” kata Taochid di Kulon Progo, Jumat (17/5)

Arsitektur dan desain di dalam interior Bandara Internasional Yogyakarta dibangun menggunakan konsep kearifan lokal, menargetkan gold category green building. Di dindingnya akan penuh dengan ornamen khas Yogyakarta, bentuk bunga melati akan terlihat di area skylight, sehingga bila terkena cahaya matahari menimbulkan bayangan berbentuk bunga melati di lantai.

Konsep istana air Tamansari juga akan dibikin pada lantai dasar terminal kedatangan dan model pintu lawang papat dihadirkan pada gerbang penyambut penumpang. Demikian juga Malioboro nanti dihadirkan pada koridor penghubung gedung parkir dengan bangunan terminal.

“Di bagian atap juga ada ornamen berbentuk kawung, bentuk desain kawung ini bukan hanya untuk dilihat dari atas [udara]. Melainkan ada juga bagian di bangunan bawah, bisa terlihat dari terminal,” ungkapnya.

Taochid mengatakan rencana induk pada tahap pertama (2018-2026), Bandara Internasional Yogyakarta yang terbangun dengan landasan pacu sepanjang 3.250 meter, 180.000 meter persegi terminal, 23 halaman parkir, mampu melayani 14 juta penumpang.

Pada tahap dua (2027-2036), penumpang yang bisa terlayani sebanyak 20 juta, terminal seluas 235.000 meter persegi dan sudah memiliki 31 halaman parkir. Pada tahap ketiga (2037-2046), landasan pacu menjadi total 3.600 meter, terminal 290.000 meter persegi, 37 stand parkir, mampu melayani penumpang sebanyak 25 juta penumpang.

Saat ini sudah sepenuhnya rampung untuk airside (fasilitas sisi udara). Sedangkan landside (fasilitas sisi darat) khususnya terminal saat ini sudah terbangun seluas 12.900 meter persegi atau sekitar 6 persen dari total keluasan 210.000 meter persegi yang akan dibangun. Hal itu terkait dengan penggunaan sebagian terminal pada operasi terbatas untuk penerbangan domestik yang sudah berjalan sejak 6 Mei 2019 lalu.

“Secara keseluruhan, pekerjaan sudah sekitar 49-50 persen. Pembangunan masih fokus di terminal, gedung penunjang, serta aksesibilitas juga. Kami mengejar untuk akhir tahun selesai dan bisa segera dioperasaikan secara penuh,” kata Taochid.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan beberapa komponen sarana dan prasarana yang ada di Bandara Internasional Yogyakarta merupakan produk dalam negeri, di antaranya, garbarata (aviobridge) sepanjang sekitar 45 meter adalah produk buatan Cileungsi.

“Kualitas garbarata tidak kalah dengan buatan luar negeri. Bahkan kami dapat melakukan efisiensi biaya impor,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER