FUIS Desak Pembatalan Acara Cap Go Meh di MAJT

SEMARANG – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bersama ormas muslim Semarang lainnya, Jumat (17/2), sekitar  pukul 09.00 WIB, mendatangi Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Mereka meminta Polda Jateng memediasi pembicaraan terhadap panitia perayaan Cap Go Meh yang bakal digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang.

Tindakan ini dilakukan setelah sebelumnya mereka berencana menggelar protes di depan Polda Jateng. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pihak FUIS meminta Polda Jateng yang diwakili Direktur Intel Kombes Pol  Eko Widialatmo melakukan audiensi dan pembicaraan terhadap pengelola MAJT yang diwakili KH Muhyidin. Dari pihak ormas Islam diwakili Ustad Ainul Yaqien selaku amir ormas Islam.

Setelah dilakukan pembicaraan antara ormas muslim dengan MAJT,  pihak pengurus MAJT mengadakan rapat internal.  Direncanakan sore ini juga akan mengundang pihak penyelenggara perayaan Cap Go Meh untuk mengambil keputusan.  Pihak ormas Islam berharap keputusan nantinya akan membawa kemaslahatan bagi semua pihak. Namun jika tidak ada perubahan, maka FUIS beserta ormas Islam lainnya akan terus mendesak pembatalan acara tersebut.

Pertimbangan ormas Islam menolak diadakannya Cap Go Meh di lingkungan MAJT adalah, pertama, adanya tujuan keberlanjutan Perayaan Cap Go Meh di masjid secara bergiliran ke depannya. Kedua, perayaan itu bukan hanya budaya, namun bagian ajaran, keyakinan, dan ritual agama Kong Hu Cu. Ketiga, haram atas muslim turut merayakan Cap Go Meh karena tujuan acara itu untuk masyarakat umum. Sedangkan mayoritas kemungkinan pengunjung adalah muslim. Keempat, seperti yang tersurat dalam Alquran Surat Al Jin, ayat 18. Artinya:“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”Surat ini menegaskan bahwa tidak boleh ada kegiatan dari agama selain Islam di lingkungan masjid.

Pluraitas memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermasyarakat di negeri ini. Namun bukan berarti mencampuradukkan dalam kegiatan beragama menjadi hal yang dianggap benar dalam keberagaman beragama. Karena hal ini menjadi pelanggaran aqidah bagi umat muslim.  Sampai berita ini diturunkan, belum ada keputusan yang konkret dari pihak MAJT.

EDITOR: Rizky

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Blunder

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.