Dua TPS di Kabupaten Gunung Kidul Selenggarakan Pemungutan Suara Ulang

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pemungutan suara ulang untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di dua tempat pemungutan suara karena kesalahan administrasi.

Ketua KPU Kabupaten Gunung Kidul Ahmadi Rusalan Hani di Gunung Kidul, Jumat (26/4), mengatakan bahwa Pemungutan Suara Ulang (PSU) khusus surat suara Pilpres di Kecamatan Panggang dan Kecamatan Gedangsari.

“Totalnya 420 surat suara di dua TPS. Untuk keperluan tersebut, KPU telah mengirimkan surat suara sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan perincian, 204 surat suara untuk satu TPS di Kecamatan Panggang dan 216 surat suara satu TPS di Kecamatan Gedangsari,” kata Ahmadi Ruslan.

Ia mengatakan bahwa keperluan logistik sudah beres, termasuk kesiapan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Mekanisme pencoblosan sama dengan pemungutan suara pada tanggal 17 April lalu.

“Kami berharap animo masyarakat untuk datang dan memilih pasangan calon presiden/wakil presiden tetap tinggi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Gunung Kidul Rosita mengatakan bahwa pihaknya optimal mengawal kelengkapan logistik PSU di dua TPS, yakni TPS 16, Dusun Candi, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari dan TPS 18 Dusun Bali, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang.

“Keputusan (PSU) berdasarkan kajian dan invetigasi lapangan atas adanya kesalahan administrasi dalam pelaksanaan pemilihan pada Rabu 17 April lalu,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.