Kota Banjar Pecahkan Rekor Jahit Bendera Merah Putih Sepanjang 3,3 Kilometer


KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Banjar bersama TNI, Polri, dan masyarakat Kota Banjar melaksanakan pemecahan rekor nasional menjahit bendera merah putih terpanjang se Indonesia. Bendera dengan panjang mencapai 3,3 kilometer dijahit di perbatasan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Kamis, (16/8).

Sebanyak 6.600 orang yang terdiri dari anggota Polres Banjar, Kodim 0613 Ciamis, pelajar, unsur Forkopimda, PNS dan elemen masyarakat berkumpul di sepanjang Jalan Siliwangi. Mereka datang dengan membawa jarum dan benang untuk menjahit kain merah putih sepanjang 3,3 kilometer.

Bendera tersebut nantinya akan dibentangkan sepanjang Jalan Siliwangi, dari perbatasan Provinsi hingga ke kantor Walikota Banjar.

“Tujuan utama acara ini untuk menggelorakan semangat merah putih yang di wariskan para pejuang, mempertahankan kesatuan dan persatuan Republik Indonesia,” kata Kapolres Banjar AKBP Matrius pada awak media, Kamis (16/8).

Menurut Matrius, bendera tersebut akan menjadi bendera merah putih terpanjang yang pernah dijahit di Indonesia, yang sebelumnya diketahui pernah ada sepnajang 3.000 meter.

“Prosesi menjahit bendera ini mengandung arti menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme. Pesannya, perjuangan mengibarkan bendera merah putih ini tidaklah mudah,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih menuturkan, penjahitan kain merah putih ini memiliki makna spirit kebangsaan.

“Dulu Ibu Fatmawati istri Bung Karno menjahit bendera sendiri, perjuangan pahlawan kala itu, ingin berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” tutut Ade Uu.

Menurut Wali Kota, menjahit merah putih ini sebagai wujud gotong royong.

“Di era milenial ini spirit perjuangan mengacu pada semangat gotong royong, dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (Degum/Hrn)

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close