Jelang Lebaran, Volume Kendaraan Menuju Selatan Cianjur Meningkat Tajam

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Volume kendaraan pemudik menuju selatan Cianjur, Jawa Barat, meningkat tajam menjelang Lebaran, bahkan di sejumlah titik terlihat antrean kendaraan meskipun tidak sampai menyebabkan macet total.

Laju kendaraan roda dua dan empat tersendat di sejumlah pasar tumpah di pusat kecamatan seperti di Kecamatan Campaka, Sukanagara, Pagelaran, dan Tanggeung.

Antrean terjadi dari kedua arah, sehingga petugas di masing-masing Polsek turun ke jalan untuk mengurai antrean yang mulai memanjang sejak pagi hingga sore pada sejumlah titik rawan macet.

Pemudik dapat melaju dengan kecepatan sedang setelah beberapa ratus meter melewati pasar yang menjadi faktor penyebab antrean. Namun pemudik diimbau tetap berhati-hati karena sebagian kecil jalur selatan masih dalam kondisi rusak.

Rahmat Efendi (54) pemudik dengan tujuan Sindangbarang, dilansir dari Antara, Senin (3/6), mengatakan volume kendaraan pemudik roda dua dan empat berbaur dengan warga yang hendak berbelanja kebutuhan Lebaran, sehingga menyebabkan antrean panjang terutama menjelang siang.

Ia mengatakan, target untuk sampai ke kampung halaman dari Kota Cianjur menjadi molor hingga delapan jam. PadahalĀ  biasanya dapat ditempuh dalam empat sampai lima jam saja.

“Antrean terjadi di sejumlah pasar tumpah di pusat kecamatan yang ada di sepanjang jalur selatan. Saya lihat beberapa orang petugas turun mengatur arus lalu lintas dan memindahkan parkir kendaraan warga yang di pinggir jalan,” katanya.

Ia menambahkan bagi pemudik yang hendak beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan di sepanjang jalur selatan sudah banyak tempat peristirahatan mulai dari Cibeber hingga Sindangbarang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER