Diduga Serangan Jantung, Anggota Satpol PP Meninggal Saat Bertugas

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID – Wawan Koswara (36) honorer anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar, Jawa Barat meninggal dunia dalam tugas, Selasa, (3/4). Pertama kali korban ditemukan pingsan di ruang pos jaga Sekda Kota Banjar, oleh rekannya sendiri bernama Agus Hendrik.

Almarhum sempat dilarikan ke RSUD Kota Banjar namun nyawanya tidak terselamatkan.

Wawan Koswara mengabdi sejak 2010 sebagai anggota bagian ketertiban umum dan masyarakat Satpol PP kota Banjar. Wawan meninggalkan seorang istri dengan dua anak yang masih kecil berusia 10 tahun dan 5 tahun.

Dikalangan rekan kerjanya Wawan dikenal dekat baik sering membantu rekan anggota Satpol PP.

Menurut Agus Hendrik, almarhum Wawan saat bertugas di pos jaga sekda kota Banjar tidak ada keluhan apapun dan tampak sehat. Namun saat pukul 14:10 Wib korban tiba-tiba terjatuh pingsan, anggota yang lain pun tampak panik. Dugaan sementara korban terkena serangan jantung.

“Kami langsung memberi tahu atasan dan melahirkan korban ke RSUD Banjar untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang rekan kami Wawan gugur dalam bertugas. Kami semua sedih dan merasa kehilangan,” tutur Agus Hendrik rekan kerja Wawan, Rabu (4/4).

Kusnadi Kepala Bidang Trantribunmas Satpol PP kota Banjar menuturkan, Wawan anggota yang baik, berdedikasi sangat tinggi kepada pemerintah kota Banjar, menjaga aset negara dengan baik. Satpol PP sangat kehilangan sosoknya yang ramah dan santun.

“Kami atas nama keluarga besar Satpol PP kota Banjar turut berduka cita, atas meninggal Wawan anggota Satpol PP kota Banjar. Pemerintah Kota Banjar sangat mengapresiasi terhadap kinerja almarhum Wawan,” terang Kusnadi.

Kusnadi, berharap pemerintah bisa memberi santunan yang pantas terhadap almarhum apalagi almarhum hanya honorer biasa. Tak hanya itu ia juga berharap pemerintah bisa memperhatikan para honorer anggota Satpol PP, agar para penjaga aset negara ini bisa bertugas dengan baik.

“Kami berharap pemerintah bisa memberi asuransi jiwa kepada para honorer anggota Satpol PP,” tutup Kusnadi. (Degum/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Soal Islam Nusantara

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi