Polisi Periksa Penjual Petasan yang Picu Kebakaran di Waena


JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Jayapura Kota telah menahan ayah dari Wasif Syarif Mubarak, bayi 5 bulan yang tewas dalam kebakaran 8 los dan 1 rumah di Jalan utama Abepura-Sentani, Kelurahan Waena Distrik Heram, Kamis (20/12) malam.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas kepada wartawan mengatakan, pelaku dengan inisial IS yang juga penjual mercon/petasan saat ini masih dalam pemeriksaan pihak Kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan Polsek Abepura, korban lainnya dalam pendataan secara rinci, ya termasuk tentang kerugian materil. Dan hari ini penetapan tersangka dan masih pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Gustav R Urbinas kepada wartawan, usai mengikuti apel gelar pasukan pengamanan Natal dan tahun baru 2018, di Lapangan Apel Brimob Polda Papua, Jumat (21/12).

Gustav juga membeberkan sebab terjadinya peristiwa tersebut. Pelaku IS, kata Gustav, saat itu sedang membakar kembang api yang malah meledak mengenai wajahnya.

“Karena panik kembang api dibuangnya dan jatuh ditanah, letusan selanjutnya tak terarah dan mengenai kios petasannya sendiri. Api kemudian menyala dan membakar 8 los juga 1 rumah pemilik los,” terangnya.

Baca juga: 8 Kios di Waena Ludes Terbakar, Bayi 5 Bulan Ditemukan Tewas

Dari peristiwa ini, Polres Jayapura Kota berencana akan menyebarkan selebaran yang berisikan imbauan Kamtibmas penggunaan dan penjualan mercon/petasan di Kota Jayapura.

Sebelumnya, pada Kamis (20/12) malam, warga Waena Kota Jayapura dikagetkan dengan kebakaran yang berasal dari kios penjual kembang api. Dalam peristiwa itu, Wasif Syarif Mubarak yang tak lain adalah anak pelaku ditemukan tewas diantara puing-puing bangunan yang terbakar. (Faisal N/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close