Polemik Ojek Online di Kota Tepian

SAMARINDA – Baru-baru ini tagar #SaveGojek bertebaran di sosmed di Kota Samarinda. Bagaimana sampai terjadi penolakan oleh beberapa angkutan umum yang mengeluhkan pendapatan harian mereka mulai berkurang, masih menjadi polemik dan diskusi. Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih belum menemukan jalan keluar untuk masalah yang beredar di masyarakat dan mulai meresahkan.

Di postingan grup facebook salah seorang pengguna jasa difabel menyatakan sangat terbantu dengan menggunakan jasa Go-Jek ini.

Postingan pengguna gojek yang difabel di grup Facebook

“Angkot kadang tidak bisa terima saya karena kursi rodanya tidak muat (sempit). Ulun (saya -red) siap dukung go-jek” tuturnya.

Peraturan Pemerintah melalui Permenhub No. 32 Tahun 2016 menjadi Payung Hukum bagi Angkutan Online, yang kemudian menjadi masalah adalah persaingan tarif dan layanan yang sudah barang tentu menjadi fokus pelanggan.

Daftar tarif gojek

Menurut pantauan SERUJI masih cukup besar animo masyarakat dengan adanya ojek online di Samarinda hingga muncul ojek atau kurir online lokal yang ikut bersaing. Tinggal menunggu kebijakan Pemerintah Daerah setempat agar kondusifitas bisa kembali normal dan masyarakat kembali beraktifitas seperti biasanya. (Muhammad Alfin Noor)

EDITOR: Iwan Y

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER