JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Gempa bumi magnitudo berkekuatan 6,1 Skala Ricther mengguncang Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (28/12), pukul 12.03 WIT.
Kepala Balai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Silii saat dikonfirmasi SERUJI di Jayapura mengatakan, meski gempa tak berpotensi tsunami warga di sekitaran wilayah Borobudur, Manokwari sempat berhamburan keluar rumah dan menyatakan siap mengungsi.
“Saya mendapatkan foto-foto dan video dari Pak Deny Putirai, Kepala BMKG Manokwari. Dan dalam foto dan video yang kami terima, warga berkumpul di pinggir jalan, infonya mereka siap mengungsi,” kata Petrus melalui pesan singkatnya kepada SERUJI, Jumat (28/12).
Selain itu, Petrus juga menunjukkan foto-foto kondisi Kantor Gubernur Papua Barat di Manokwari dimana salah satu dinding yang terbuat dari keramik ada yang lepas, akibat terdampak gempa tersebut.
Dalam rilis terbaru BMKG menyebutkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,58 Lintang Selatan dan 134,12 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah selatan Kota Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Propinsi Papua Barat pada kedalaman 50 km.
Baca juga: Gempa 6,1 SR Guncang Manokwari Selatan
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Yapen.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sesar mendatar (strike slip fault),” jelas Petrus.
Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan informasi dirasakan menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Manokwari IV MMI dan Ransiki dalam skala intensitas III MMI.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 12.18 WIT, hasil monitoring BMKG ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 2 kali.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Faisal N/SU05)
