Kondisi Keamanan di Freeport Masih Terkendali

TIMIKA – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, hingga kini masih aman. Kondisi ini terkait ketidakpastian masa depan perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika, Rabu (22/2) mengatakan, situasi keamanan di area Freeport masih stabil dan kondusif. Hingga kini belum ada lagi penambahan pasukan pengamanan PT Freeport pasca kedatangan 250 anggota Brimob dari Polda Kalimantan Barat dan Polda Bali, pekan lalu.

Pasukan pengamanan PT Freeport kini berjumlah 1.200 orang, terdiri atas Satuan Tugas Pengamanan Obyek Vital (Satgas Pam Obvit) dan Satuan Tugas Pengamanan Kewilayahan.

Ribuan personel Polri dan TNI tersebut mengamankan objek-objek vital PT Freeport mulai dari pabrik pengolahan biji di Mil 74 Distrik Tembagapura, Kota Tembagapura, Kuala Kencana, Bandara Mozes Kilangin Timika, hingga Pelabuhan Portsite Amamapare.

Victor mengakui ktidakjelasan masa depan operasi pertambangan PT Freeport berdampak luas. Tidak saja di kalangan karyawan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasinya, tetapi juga bagi masyarakat Mimika yang selama ini sangat tergantung pada Freeport.

“Semua merasakan dampak itu. Tidak saja karyawan tetapi juga masyarakat luas di Mimika. Kami tentu selalu memonitoring perkembangan situasi yang terjadi karena sudah tentu akan berdampak pada situasi kamtibmas di seluruh Mimika,” ujarnya.

Sesuai laporan yang diterima Polres Mimika, hingga kini jumlah karyawan yang terkena dampak dari persoalan PT Freeport, baik yang dirumahkan atau diberhentikan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mencapai lebih dari 600 orang.

Total karyawan yang bekerja di PT Freeport selama ini, baik karyawan permanen Freeport maupun karyawan perusahaan privatisasi dan kontraktornya berjumlah 32.200 orang.

Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura melaporkan jumlah pekerja asing yang sudah pulang ke negaranya hingga kini berjumlah 45 orang dari total 712 orang pekerja asing yang bekerja di PT Freeport maupun perusahaan-perusahaan privatisasi dan kontraktornya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER